Interaksinews.id, JAKARTA — Pemerataan akses internet Indonesia masih menjadi pekerjaan besar pemerintah di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital nasional. Meski lebih dari 81 persen penduduk telah terhubung ke internet, masih terdapat jutaan masyarakat yang belum menikmati akses digital secara optimal.
Kondisi tersebut diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat membuka kegiatan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurut Meutya, saat ini sekitar 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Namun, sekitar 19 persen penduduk lainnya masih belum memiliki akses yang memadai terhadap layanan digital.
“Saat ini 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Artinya lebih dari 81 persen dari total populasi. Namun kita masih memiliki pekerjaan rumah karena sekitar 19 persen penduduk belum terhubung internet,” ujar Meutya.
Pemerintah pun menjadikan perluasan konektivitas sebagai salah satu agenda strategis dalam pembangunan ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerataan Akses Internet Indonesia Masih Terkendala Ribuan Desa
Meski penetrasi internet nasional terus meningkat setiap tahun, tantangan terbesar masih berada di wilayah terpencil dan daerah yang belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi secara memadai.
Berdasarkan data pemerintah, masih terdapat sekitar 3.000 desa yang belum memiliki akses internet optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.
Meutya menjelaskan bahwa kesenjangan konektivitas tidak hanya berdampak pada akses informasi, tetapi juga memengaruhi kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi digital.
Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Selain mendukung pemerataan pembangunan, konektivitas yang lebih luas juga diharapkan mampu memperkecil kesenjangan sosial dan ekonomi antarwilayah.
Pengembangan 5G Jadi Salah Satu Solusi
Untuk mempercepat perluasan jaringan, pemerintah terus mendorong implementasi teknologi generasi kelima atau 5G di berbagai daerah.
Menurut Meutya, percepatan pembangunan jaringan 5G dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas layanan internet sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas nasional.
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi yang lebih besar dengan pelaku industri telekomunikasi agar pembangunan jaringan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
“Kita masih memiliki sekitar 3.000 desa yang belum terhubung secara optimal. Kalau dilakukan bersama-sama, apalagi dengan pengembangan 5G yang sedang kita dorong melalui berbagai terobosan, mudah-mudahan kebutuhan ini bisa kita penuhi,” katanya.
Selain menghadirkan internet yang lebih cepat, pengembangan 5G juga diyakini mampu mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan kota pintar.
Dengan demikian, manfaat digitalisasi tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga warga yang tinggal di wilayah terluar dan terpencil.
Industri Telekomunikasi Hadapi Tantangan Investasi
Di tengah upaya memperluas konektivitas, pemerintah juga menyoroti kondisi industri telekomunikasi nasional yang menjadi tulang punggung transformasi digital.
Komdigi mencatat terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi operator telekomunikasi, antara lain tingginya kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pembangunan jaringan.
Selain itu, rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) juga mengalami tekanan sehingga memengaruhi kemampuan investasi perusahaan.
Pemerintah menilai kesehatan industri telekomunikasi harus tetap dijaga agar perusahaan dapat terus memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan.
Beberapa fokus yang menjadi perhatian pemerintah meliputi:
- Mendorong investasi infrastruktur digital.
- Memperluas jangkauan layanan internet.
- Menjaga keberlanjutan bisnis operator telekomunikasi.
- Mendukung implementasi teknologi 5G.
- Mempercepat transformasi digital nasional.
Dengan dukungan regulasi yang tepat, pemerintah berharap industri telekomunikasi dapat tumbuh sehat sekaligus mendukung target pemerataan konektivitas nasional.
Pemerataan Akses Internet Indonesia Jadi Fondasi Ekonomi Digital
Meutya menegaskan bahwa pemerataan akses internet Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar USD 99 miliar atau setara dengan hampir sepertiga total ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Potensi tersebut dinilai akan terus berkembang apabila seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi dan layanan digital.
Masyarakat di daerah terpencil, petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga generasi muda menjadi kelompok yang diharapkan dapat merasakan manfaat terbesar dari transformasi digital.
Konektivitas yang merata juga dapat membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar, serta meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi.
Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan digital tidak hanya diukur dari jumlah pengguna internet, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap keterhubungan harus berdampak pada pertumbuhan dan keterjagaan. Karena itu, tugas kita bukan hanya meningkatkan angka konektivitas, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pemerataan akses internet Indonesia masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi pemerintah dan industri telekomunikasi. Meskipun lebih dari 230 juta penduduk telah terhubung ke internet, masih terdapat sekitar 19 persen masyarakat dan 3.000 desa yang belum menikmati akses digital secara optimal.
Melalui pengembangan jaringan 5G, perluasan infrastruktur telekomunikasi, serta dukungan terhadap industri digital, pemerintah berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat transformasi digital. Dengan konektivitas yang merata, pertumbuhan ekonomi digital nasional juga diyakini akan semakin kuat dan inklusif.

















