Nasional

Program BISA Kemenaker dan TikTok Dorong Peluang Kerja Digital

JAKARTAKementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggandeng TikTok dalam program pelatihan vokasi bertajuk Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA).

Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, khususnya di sektor ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa transformasi industri akan terus berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

“Sekitar 50 persen proses bisnis saat ini akan menjadi tidak relevan dan tergantikan oleh model baru,” ujarnya dalam acara di Gedung Vokasi Kemenaker, Jakarta, Rabu (15/4/2026).


Munculnya Profesi Baru di Era Digital

Menurut Yassierli, perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak dikenal.

Profesi seperti content creator, afiliator, reseller, hingga host live commerce kini semakin berkembang. Namun, pekerjaan tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam kurikulum pendidikan formal.

Karena itu, pemerintah mendorong pelatihan vokasi sebagai solusi cepat dan adaptif.


Target 500 Ribu Lulusan Vokasi per Tahun

Saat ini, program pelatihan vokasi nasional menghasilkan sekitar 60.000 hingga 70.000 lulusan setiap tahun.

Namun, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai 500.000 lulusan per tahun melalui kolaborasi dengan berbagai platform digital.

“Kami ingin jumlah lulusan vokasi meningkat drastis agar mampu menjawab kebutuhan industri,” jelas Yassierli.


Kolaborasi Perluas Peluang Kerja Digital

Kerja sama dengan TikTok dan platform digital lainnya diharapkan mampu membuka peluang kerja baru yang lebih luas.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perubahan teknologi dan model bisnis.


Bukan Pengganti Pekerjaan Formal

Meski demikian, Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi bukan tujuan akhir dalam kebijakan ketenagakerjaan.

Pemerintah tetap berkomitmen menciptakan lapangan kerja formal melalui program strategis seperti ketahanan pangan dan hilirisasi industri.

“Pekerjaan layak tetap menjadi tujuan utama. Pelatihan vokasi ini adalah salah satu jalan untuk mencapainya,” tegasnya.


Dorong SDM Adaptif dan Kompetitif

Dengan adanya program BISA, pemerintah berharap masyarakat dapat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di era digital.

Berita Terkait