PareparePolres Parepare

Kapolres Parepare Temui Jurnalis, Bahas Persawahan Bacukiki hingga Distribusi BBM

Interaksinews.id, ParepareKapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menggelar silaturahmi bersama sejumlah jurnalis di Kota Parepare, Selasa (18/8/2026). Pertemuan berlangsung di Warkop Rumah Kopi Sweetness dan menjadi ruang dialog antara kepolisian dengan insan pers.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Kapolres hadir didampingi Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasi Humas, serta sejumlah pejabat utama Polres Parepare.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka. Kedua pihak membahas sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk kondisi pertanian, keterbukaan informasi, Satgas Pangan, hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Kapolres Parepare Bangun Komunikasi dengan Jurnalis

Silaturahmi ini menjadi salah satu langkah awal Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan setelah mulai menjabat pada Juli 2026. Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi kewartawanan turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Para jurnalis yang hadir berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Parepare, Forum Media dan Jurnalis atau Koalisi Jurnalis Ajatappareng, Pewarta Foto Indonesia (PFI), serta Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Ajatappareng.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan permohonan maaf karena agenda silaturahmi baru dapat terlaksana. Padatnya kegiatan lapangan menjadi salah satu faktor yang membuat pertemuan tersebut tertunda.

“Silaturahmi ini sebenarnya sudah ingin kami lakukan sejak awal. Namun karena padatnya kegiatan di lapangan, baru sekarang bisa terlaksana,” ujar Kapolres.

Menurutnya, aktivitas di lapangan menjadi bagian penting dalam memahami kondisi Kota Parepare. Polisi perlu melihat secara langsung potensi maupun persoalan yang membutuhkan perhatian.

Karena itu, komunikasi dengan jurnalis dinilai penting. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menggambarkan berbagai kondisi yang berkembang di masyarakat.

Kapolres Parepare Soroti Kondisi Persawahan Bacukiki

Dalam dialog tersebut, Kapolres Parepare juga menyinggung kondisi persawahan di wilayah Bacukiki. Persoalan tersebut mendapat perhatian karena Kota Parepare sedang menghadapi musim kemarau.

Kondisi cuaca dan ketersediaan air dapat memengaruhi aktivitas pertanian. Karena itu, persoalan persawahan dinilai perlu mendapat perhatian bersama dari berbagai pihak.

Kapolres menyampaikan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam melihat berbagai persoalan sosial. Masukan dari masyarakat, termasuk melalui pemberitaan media, dapat membantu aparat memahami situasi di lapangan.

Ia juga berharap hubungan kepolisian dengan jurnalis tidak sekadar berlangsung dalam kegiatan seremonial. Komunikasi yang berkelanjutan dinilai dapat membantu kedua pihak menjalankan peran masing-masing secara lebih baik.

“Teman-teman media bisa ikut mengambil bagian, saling mengingatkan dan memberikan tanggapan yang positif,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan insan pers. Keterbukaan komunikasi dapat menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kepercayaan publik.

Jurnalis Sampaikan Masukan soal Satgas Pangan dan BBM

Para jurnalis yang hadir kemudian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan sejumlah masukan kepada Kapolres. Mereka menyambut baik pelaksanaan silaturahmi tersebut dan berharap komunikasi antara Polres Parepare dengan media semakin terbuka.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterbukaan informasi mengenai Satgas Pangan. Jurnalis berharap kepemimpinan baru di Polres Parepare dapat mendorong penyampaian informasi yang lebih terbuka mengenai kegiatan maupun penanganan persoalan pangan di wilayah hukum Parepare.

Informasi terkait pangan dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ketersediaan bahan pangan, distribusi, pengawasan, serta potensi persoalan di lapangan membutuhkan perhatian dan koordinasi berbagai pihak.

Selain persoalan pangan, awak media juga menyoroti distribusi BBM. Sejumlah kejadian terkait distribusi BBM yang berkembang belakangan dinilai membutuhkan perhatian kepolisian.

Masukan tersebut mencakup aspek pengawasan dan penanganan terhadap persoalan yang muncul di lapangan. Para jurnalis berharap kepolisian dapat memberikan informasi yang memadai ketika terdapat persoalan yang menjadi perhatian publik.

Sinergi Polres Parepare dan Media Diharapkan Berkelanjutan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Parepare menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis. Ia menilai informasi yang disampaikan media dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian.

Kapolres juga menyatakan akan berupaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

“Terima kasih atas masukan-masukannya. Kami akan mencoba semaksimal mungkin mencari solusi dari beberapa permasalahan yang disampaikan teman-teman media,” ujar Kapolres.

Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk menyampaikan harapan kepada pimpinan baru Polres Parepare. Mereka berharap komunikasi dapat berlangsung secara rutin dan tidak terbatas pada agenda formal.

Salah satu harapan yang muncul adalah terciptanya pola komunikasi yang lebih terbuka dan dinamis. Para jurnalis menilai kepemimpinan baru memiliki ruang untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan media.

Komunikasi yang baik juga dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas. Di sisi lain, kepolisian dapat memperoleh masukan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Keterbukaan Informasi Jadi Bagian Penting Hubungan Polisi dan Media

Hubungan antara kepolisian dan media memiliki posisi penting dalam penyampaian informasi publik. Media membutuhkan akses informasi yang memadai, sedangkan kepolisian membutuhkan saluran komunikasi yang efektif untuk menyampaikan perkembangan situasi keamanan.

Dalam konteks Kota Parepare, komunikasi tersebut dapat membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai persoalan sosial, keamanan, pelayanan publik, maupun berbagai isu yang membutuhkan perhatian.

Silaturahmi Kapolres Parepare bersama jurnalis diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif. Forum tersebut tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga membuka ruang bagi penyampaian kritik dan masukan secara konstruktif.

Pada saat yang sama, sinergi antara kepolisian dan media tetap perlu berjalan sesuai dengan fungsi masing-masing. Media menjalankan tugas jurnalistik secara independen, sedangkan kepolisian menjalankan tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.

Dengan komunikasi yang terbuka, kedua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan ruang informasi yang sehat bagi masyarakat. Kepolisian dan insan pers juga dapat bersama-sama menjaga situasi Kota Parepare tetap kondusif.

Pertemuan di Warkop Rumah Kopi Sweetness tersebut menjadi langkah awal bagi Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan untuk membangun komunikasi dengan insan pers. Selanjutnya, keberlanjutan komunikasi akan menjadi bagian penting dalam memperkuat keterbukaan informasi dan merespons berbagai persoalan masyarakat. (MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait