Ekonomi & BisnisNasional

Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone untuk Sejahterakan Peternak

Interaksinews.id | Bone — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Program hilirisasi ayam terintegrasi, salah satunya di Kabupaten Bone, akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mentan Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Melalui program tersebut, Kementerian Pertanian menghadirkan sistem usaha peternakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Sistem ini menjamin ketersediaan bibit ayam atau Day Old Chick (DOC), pakan, hingga kepastian pemasaran hasil ternak, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan.

Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Mentan Amran didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda, meninjau langsung kesiapan kawasan yang akan dikembangkan sebagai pusat peternakan unggas nasional. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.

Mentan Amran menegaskan, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan program strategis nasional sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dengan tujuan utama menyejahterakan peternak melalui kepastian harga dan ketersediaan sarana produksi.

“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga DOC, pakan, dan pullet dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin, serta harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,” tegasnya.

Melalui keterlibatan BUMN, negara hadir memberikan kepastian usaha bagi peternak, mulai dari penyediaan bibit, penguatan rantai pasok, hingga pemasaran hasil ternak. Dengan demikian, harga tidak lagi sepenuhnya dikendalikan mekanisme pasar bebas yang kerap merugikan peternak kecil.

Hilirisasi ayam terintegrasi ini dirancang sebagai model produksi modern, di mana proses pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi berjalan dalam satu sistem terpadu. Skema tersebut diyakini mampu menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas daging ayam nasional, serta memperluas kesempatan kerja di daerah.

“Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stok banyak. Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini pengendali inflasi terbaik, karena nanti harga pakan turun dan DOC juga turun,” ujar Mentan.

“Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Bone akan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pengembangan peternakan nasional sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.

“Sulawesi Selatan siap menjadi lumbung dan pusat pengembangan peternakan nasional. Proyek hilirisasi ini akan memperkuat ekosistem peternakan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara, program hilirisasi ayam terintegrasi di Bone diharapkan menjadi langkah konkret negara dalam mewujudkan sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada peternak.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait