Nasional

Gempa NTT Terkini: 51 Orang Meninggal, 64 Luka, Tim SAR Memperluas Pencarian

Interaksinews.id, NTTKorban gempa NTT kembali bertambah. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 51 orang meninggal dunia hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA.

Jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 48 korban meninggal dunia. Selain korban meninggal, Basarnas juga mencatat 64 warga mengalami luka berat akibat bencana yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur tersebut.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan pembaruan itu dalam konferensi pers penanganan gempa NTT pada Minggu pagi. Ia mengatakan tim SAR masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak.

“Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51,” kata Syafii.

Berdasarkan pembaruan tersebut, empat korban meninggal tambahan ditemukan tim SAR. Tiga korban dievakuasi di wilayah Manggarai Timur, sedangkan satu korban lainnya ditemukan di wilayah Manggarai atau Reo.

Korban Gempa NTT Bertambah dari 48 Menjadi 51 Orang

Perubahan data korban menunjukkan operasi pencarian masih berlangsung secara aktif. Tim SAR menemukan korban di sejumlah lokasi yang sebelumnya belum dapat dijangkau secara optimal.

No posts found

Di Kabupaten Manggarai, jumlah korban meninggal yang sebelumnya tercatat 23 orang bertambah menjadi 24 orang. Sementara itu, tiga korban tambahan ditemukan di wilayah Manggarai Timur.

Dengan demikian, total korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 51 orang. Basarnas juga mencatat 64 warga mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan.

Data tersebut masih dapat berubah karena petugas terus melakukan pendataan dan pencarian di lapangan. Kondisi geografis, kerusakan akses jalan, serta longsor menjadi sejumlah tantangan dalam proses evakuasi.

Tim SAR gabungan karena itu terus bergerak menuju kawasan yang membutuhkan pertolongan. Petugas juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak atau membutuhkan bantuan.

SAR Perluas Pencarian di Mbay dan Reo

Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, SAR gempa NTT memperluas jangkauan pencarian di wilayah terdampak.

Dua kawasan yang menjadi perhatian utama adalah Kota Mbay dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai. Kedua kawasan tersebut termasuk lokasi yang terdampak cukup parah setelah gempa mengguncang Flores.

Perluasan operasi menjadi penting karena sejumlah wilayah sempat mengalami hambatan akses. Longsor menutup beberapa ruas jalan sehingga petugas membutuhkan waktu untuk membuka jalur menuju lokasi terdampak.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus koordinator misi SAR, Fathur Rahman, mengatakan jalur darat menuju Reo yang sebelumnya tertutup longsor akhirnya berhasil dibuka.

“Tim rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” ujar Fathur.

Menurut dia, terbukanya jalur tersebut memungkinkan tim penyelamat memperluas pencarian dan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

Akses darat menjadi faktor penting dalam operasi SAR, terutama untuk membawa personel, peralatan evakuasi, kebutuhan medis, serta bantuan bagi masyarakat terdampak.

Gempa Flores Picu Tantangan Evakuasi

Gempa NTT tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka. Bencana tersebut juga mengganggu akses transportasi serta jaringan komunikasi di sejumlah wilayah.

Kondisi itu membuat proses pencarian dan pertolongan membutuhkan koordinasi lintas instansi. Tim SAR harus menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi medan dan tingkat aksesibilitas setiap wilayah.

Selain pencarian korban, petugas juga perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Evakuasi, layanan kesehatan, pembukaan akses, dan distribusi bantuan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.

Operasi tersebut melibatkan unsur SAR dan berbagai pihak terkait di daerah. Mereka bekerja bersama untuk mempercepat penanganan sekaligus menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan.

Gempa NTT dan Pentingnya Kewaspadaan Warga

Di tengah proses pencarian, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Warga juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Informasi mengenai kondisi bencana sebaiknya diperoleh dari kanal resmi pemerintah dan petugas di lapangan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat yang berada di sekitar bangunan rusak juga perlu menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan. Struktur bangunan yang telah terdampak gempa dapat mengalami kerusakan lanjutan.

Sementara itu, tim SAR terus memperbarui data korban berdasarkan hasil pencarian dan verifikasi di lapangan. Jumlah korban dapat berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan pertolongan.

Hingga Minggu pagi, data Basarnas menunjukkan 51 orang meninggal dunia dan 64 warga mengalami luka berat. Tim gabungan masih memperluas pencarian, terutama setelah akses menuju sejumlah wilayah terdampak berhasil dibuka. (MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait