Parepare

Cegah Kebakaran di Parepare, Warga Diingatkan Waspadai Korsleting dan Api Terbuka

Interaksinews.id, Parepare — Kebakaran Parepare perlu diantisipasi dari lingkungan rumah dan permukiman. Sejumlah kebiasaan sehari-hari seperti membakar sampah, penggunaan listrik berlebihan, hingga membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu api apabila tidak disertai kewaspadaan.

Peringatan tersebut disampaikan saat Sat Binmas Polres Parepare menyambangi warga di Jalan M. Yusuf Lingkar Lappade, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Rabu, 23 September 2026. Warga diajak mengenali berbagai sumber risiko sekaligus memahami langkah pencegahan sejak dini.

Kawasan permukiman yang berdekatan dengan lahan terbuka perlu mendapat perhatian. Api yang muncul di area terbuka dapat dengan cepat merambat apabila kondisi lingkungan mendukung, terutama ketika terdapat vegetasi kering dan angin cukup kencang.

Kebakaran tidak selalu bermula dari kejadian besar. Api dapat muncul dari aktivitas sehari-hari yang luput dari pengawasan.

IPDA Ramla Do Taher mengatakan masyarakat perlu lebih waspada terhadap sumber api yang sering dianggap sepele.

“Kebakaran seringkali berawal dari hal kecil, seperti membakar sampah sembarangan, korsleting listrik, hingga puntung rokok yang dibuang tidak pada tempatnya,” ujar IPDA Ramla Do Taher.

Ada sejumlah sumber risiko yang perlu diperhatikan warga, antara lain:

  • Pembakaran sampah atau lahan, terutama saat angin kencang.
  • Korsleting listrik akibat kabel atau instalasi bermasalah.
  • Penggunaan colokan listrik berlebihan.
  • Puntung rokok yang dibuang sembarangan.
  • Kompor atau sumber api yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Masyarakat juga perlu memastikan akses menuju permukiman tetap terbuka agar kendaraan pemadam dapat bergerak cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Langkah Sederhana Cegah Kebakaran di Rumah

Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Warga perlu memeriksa kabel dan peralatan listrik secara berkala, menghindari pembakaran terbuka ketika angin kencang, serta tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan.

Alat pemadam sederhana juga dapat disiapkan untuk menghadapi api pada tahap awal. Namun, jika api mulai membesar, keselamatan penghuni harus menjadi prioritas dan bantuan petugas perlu segera diminta.

AIPDA Muh. Saleh menegaskan bahwa pencegahan membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Kami tekankan, pencegahan adalah kunci. Satu kelalaian bisa berdampak besar bagi banyak keluarga. Mari jaga lingkungan kita bersama,” ujarnya.

Kewaspadaan terhadap kebakaran tidak cukup dilakukan setelah api muncul. Masyarakat perlu mengurangi sumber risiko dari rumah dan lingkungan sekitar.

Warga juga dianjurkan mengetahui nomor layanan darurat serta kontak petugas di wilayah masing-masing. Informasi tersebut dapat mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.

Upaya pencegahan kebakaran Parepare pada akhirnya membutuhkan peran bersama. Edukasi dari petugas perlu diikuti dengan kebiasaan aman di tingkat rumah tangga agar risiko kebakaran permukiman maupun lahan dapat ditekan.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait