Interaksinews.id, Parepare — Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V resmi menuntaskan rangkaian perjalanan lintas daerah di Sulawesi Selatan. Event olahraga otomotif ini berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 dengan titik finis di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengda Sulawesi Selatan bersama Polda Sulsel, khususnya Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel. Bhayangkara Off-Road Merdeka juga melibatkan pemerintah daerah dan komunitas otomotif dalam perjalanan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Kota Makassar. Dari titik tersebut, ratusan kendaraan bergerak melewati sejumlah daerah sebelum mengakhiri perjalanan di Kota Parepare.
Bhayangkara Off-Road Merdeka Libatkan 400 Kendaraan
Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V diikuti sekitar 400 kendaraan. Peserta berasal dari jajaran kepolisian serta komunitas off-road yang turut ambil bagian dalam perjalanan lintas wilayah tersebut.
Rombongan memulai perjalanan dari Makassar. Selanjutnya, peserta bergerak menuju Kabupaten Barru dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebelum mencapai titik finis di Parepare.
Perjalanan tersebut tidak sekadar menghadirkan tantangan bagi para penggemar olahraga otomotif. Kegiatan ini sekaligus mempertemukan komunitas, aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan bersama.
Kapolda Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Polda Sulsel dengan pemerintah daerah. Rangkaian BOR Seri V berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 Agustus 2026.
Kehadiran ratusan kendaraan juga membuat kegiatan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat di daerah yang dilewati. Selain menyaksikan aktivitas otomotif, masyarakat dapat berinteraksi dengan peserta dan rombongan yang melintas di wilayah mereka.
IOF Sulsel Apresiasi Dukungan Pemerintah Daerah
Ketua IOF Pengda Sulawesi Selatan, Adi Rasyid Ali, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V.
Menurut dia, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah di sejumlah wilayah. Dukungan tersebut mencakup pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten dan kota yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Adi Rasyid Ali menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, Bupati Barru, Bupati Sidrap, Wali Kota Parepare, Bupati Bone, Bupati Maros, Bupati Pangkep, serta Bupati Wajo.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang menyambut peserta di setiap daerah yang dilewati.
“Terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah yang telah memberikan support terhadap event BOR Merdeka. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di setiap daerah yang telah memberikan dukungan dan sambutan luar biasa.”
Pria yang akrab disapa ARA itu menilai dukungan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga otomotif di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Bhayangkara Off-Road Merdeka bukan hanya menjadi ruang bagi komunitas untuk menyalurkan hobi. Kegiatan tersebut juga membuka peluang interaksi yang lebih luas antara peserta, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal.
Off-Road Sulawesi Selatan Tak Sekadar Olahraga
Adi Rasyid Ali menjelaskan bahwa off-road Sulawesi Selatan memiliki potensi yang lebih luas jika dikembangkan melalui kegiatan yang terorganisasi dan melibatkan banyak pihak.
Bhayangkara Off-Road Merdeka, kata dia, tidak hanya menghadirkan unsur olahraga otomotif dan petualangan. Kegiatan tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah yang menjadi lokasi perjalanan.
“Ini adalah bentuk sinergitas dan kolaborasi IOF bersama Polda Sulsel. Kehadiran pelaksanaan BOR tentu punya manfaat.”
Menurut ARA, salah satu manfaat yang dapat dirasakan adalah bergeraknya aktivitas ekonomi mikro. Rombongan peserta yang datang ke suatu daerah membutuhkan berbagai kebutuhan selama perjalanan.
Kondisi tersebut dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil di sekitar jalur dan lokasi kegiatan. Warung makan, pedagang, pengelola tempat wisata, hingga usaha jasa dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung.
Bhayangkara Off-Road Merdeka Dorong Ekonomi Lokal
Dampak ekonomi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pergerakan ratusan kendaraan dan peserta dapat menciptakan aktivitas ekonomi di daerah yang mereka kunjungi.
Adi Rasyid Ali mengatakan kehadiran peserta dapat membantu menggerakkan usaha kecil, terutama di sekitar destinasi wisata.
“Ekonomi mikro bisa berputar, usaha-usaha kecil bisa berputar di tempat-tempat yang kita datangi, termasuk di tempat wisata.”
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga otomotif dapat memiliki efek turunan apabila dirancang dengan melibatkan potensi daerah. Perjalanan komunitas tidak hanya berorientasi pada aktivitas olahraga, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan lokasi wisata dan produk ekonomi masyarakat.
Dalam konteks itu, BOR Merdeka Seri V menjadi contoh kegiatan lintas daerah yang mempertemukan olahraga, komunitas, pemerintahan, dan aktivitas ekonomi lokal.
Parepare Jadi Titik Penting Rangkaian BOR Seri V
Kota Parepare menjadi tujuan akhir perjalanan Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V. Lapangan Andi Makkasau dipilih sebagai lokasi finis setelah peserta menempuh perjalanan dari Makassar melalui Barru dan Sidrap.
Penempatan Parepare sebagai titik finis turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kedatangan peserta. Bagi komunitas otomotif, perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman petualangan lintas wilayah di Sulawesi Selatan.
Sementara bagi daerah yang dilewati, kegiatan seperti ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal. Terlebih, peserta datang dari berbagai wilayah dan berasal dari komunitas dengan latar belakang yang beragam.
Rangkaian tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antardaerah. Kegiatan yang melintasi beberapa wilayah membutuhkan dukungan pemerintah, aparat keamanan, komunitas, dan masyarakat agar berlangsung tertib.
Dengan demikian, penyelenggaraan Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V tidak hanya menghasilkan aktivitas olahraga otomotif. Event ini juga memperkuat jejaring antarkomunitas sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari mobilitas peserta.
Sinergi Jadi Kunci Penyelenggaraan
Kolaborasi menjadi salah satu unsur utama dalam pelaksanaan BOR Merdeka Seri V. IOF Pengda Sulsel bersama Polda Sulsel membangun kegiatan dengan dukungan pemerintah daerah di sejumlah wilayah.
Sinergi tersebut penting karena kegiatan berlangsung lintas kabupaten dan kota. Setiap daerah memiliki karakteristik jalur, kondisi masyarakat, serta potensi wisata yang berbeda.
Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. Sambutan warga di berbagai lokasi menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi kegiatan yang dekat dengan masyarakat apabila penyelenggara memperhatikan aspek keamanan dan kepentingan daerah.
Pada akhirnya, BOR Merdeka Seri V tidak berhenti pada kegiatan komunitas. Event ini memperlihatkan bagaimana olahraga otomotif dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
(MS Journal)

















