Parepare

Polres Parepare Soroti Ejekan di Kalangan Pelajar: Kapan Candaan Bisa Disebut Bullying?

Interaksinews.id, Parepare — Bullying di sekolah tidak selalu terlihat dalam bentuk kekerasan fisik. Ejekan, penghinaan, intimidasi, pengucilan, hingga tindakan yang dilakukan berulang dapat membuat seorang siswa merasa takut, malu, tertekan, bahkan enggan berada di lingkungan sekolah.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Polres Parepare saat memberikan edukasi kepada pelajar UPTD SMP Negeri 7 Parepare di Jalan Kebun Kacang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Senin (5/10/2026).

Dalam edukasi itu, Ps Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Parepare Aipda Muh. Saleh, S.H., M.H., bersama Ps Kanit Binpolmas Sat Binmas Polres Parepare Aipda Amiruddin mengajak pelajar memahami bentuk-bentuk perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan yang ditekankan ialah bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa ketika tindakan tersebut membuat orang lain merasa direndahkan atau tertekan.

Batas antara bercanda dan melakukan perundungan terkadang tidak mudah dikenali oleh pelajar. Sebuah ucapan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu memberikan perasaan yang sama kepada orang yang menjadi sasaran.

Ejekan yang dilakukan sekali mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika tindakan tersebut terus berulang, dilakukan untuk mempermalukan, atau membuat korban merasa tidak berdaya, persoalannya dapat berkembang menjadi perundungan.

Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H., mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan tindakan yang merendahkan orang lain sebagai kebiasaan.

“Kami mengajak para pelajar untuk tidak menganggap ejekan atau tindakan yang merendahkan teman sebagai hal biasa. Kalau sebuah candaan sudah membuat orang lain merasa takut, malu atau tertekan, itu harus dihentikan,” kata AKP Anwar.

Menurut dia, pencegahan perlu dimulai dari hal sederhana, yakni membangun kebiasaan untuk menghargai teman. Dengan begitu, lingkungan sekolah tidak memberi ruang bagi perilaku yang dapat merugikan siswa lain.

1 2 3 4

Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait