Interaksinews.id, Parepare — Pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan aparat keamanan. Karena itu, Polres Parepare mengajak tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas generasi muda di lingkungan tempat tinggal.
Edukasi tersebut disampaikan Ps Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Parepare, Aipda Muh. Saleh, S.H., M.H., di Gedung Baruga Peduli, Jalan Lingkar, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Jumat (2/10/2026).
Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H., mengatakan pengurus lingkungan memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan warga. Kedekatan tersebut dapat membantu mengenali potensi masalah sejak dini sekaligus mendorong pembinaan yang tepat.
“Pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya dengan mengandalkan kepolisian. Tokoh masyarakat, ketua RT dan RW perlu peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungannya, bangun komunikasi dengan keluarga, serta mengarahkan remaja pada kegiatan yang positif,” kata Anwar.
Pencegahan Kenakalan Remaja Dimulai dari Lingkungan
Menurut Anwar, pengurus RT dan RW perlu membangun komunikasi dengan remaja dan orang tua ketika menemukan perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Persoalan ringan dapat ditangani melalui dialog, teguran secara humanis, atau mediasi apabila memungkinkan. Namun, penanganannya harus disesuaikan dengan tingkat risiko dan tidak boleh menghambat proses hukum.
“Kalau persoalannya masih ringan, pendekatan secara humanis dan komunikasi dengan orang tua bisa menjadi langkah awal. Tapi bila sudah mengarah pada narkoba, tawuran atau tindak pidana lainnya, jangan ditangani sendiri. Segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas atau pihak yang berwenang,” ujarnya.
Koordinasi dengan Bhabinkamtibmas diperlukan ketika persoalan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Dengan demikian, pengurus lingkungan dapat membantu menyampaikan informasi tanpa mengambil alih tugas aparat penegak hukum.
Kegiatan Positif untuk Pembinaan Remaja
Selain meningkatkan pengawasan, masyarakat perlu menyediakan ruang bagi remaja untuk mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan yang bermanfaat.
Karang taruna, olahraga bersama seperti futsal, dan kegiatan sosial dapat menjadi alternatif untuk memperkuat interaksi positif sekaligus meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Anwar juga mendorong warga membangun komunikasi dengan keluarga serta membicarakan kesepakatan lingkungan, termasuk mengenai jam malam, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keselamatan remaja.
“Remaja juga perlu diberi ruang untuk melakukan kegiatan yang positif. Karena itu, lingkungan bisa mendorong kegiatan olahraga, kepemudaan maupun aktivitas sosial agar mereka memiliki wadah untuk berinteraksi dan mengembangkan diri,” kata Anwar.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui larangan. Pendampingan keluarga, pembinaan yang humanis, dan kegiatan positif perlu berjalan beriringan agar remaja memperoleh dukungan untuk berkembang secara sehat.
Polres Parepare Dorong Kepedulian Masyarakat
Melalui Sat Binmas, Polres Parepare mendorong tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW menjadi penghubung antara warga, keluarga, dan aparat keamanan.
Masyarakat juga diharapkan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, menghindari tuduhan tanpa dasar, serta menjaga privasi anak dan remaja yang terlibat dalam suatu persoalan.
Keterlibatan warga diharapkan membantu mencegah gangguan keamanan sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda.
“Yang paling penting adalah jangan tunggu sampai terjadi masalah. Kepedulian dari lingkungan, komunikasi dengan orang tua, dan kegiatan positif bagi remaja merupakan bagian dari upaya mencegah persoalan sejak dini,” tutur Anwar.
Melalui kolaborasi keluarga, masyarakat, dan aparat keamanan, pencegahan kenakalan remaja di Parepare diharapkan semakin efektif, sehingga lingkungan tetap aman dan generasi muda memiliki ruang untuk tumbuh serta berkontribusi secara positif.
(MS Journal)














