Parepare

Saat Polantas Jadi Sahabat Sopir, Aksi Humanis di Jalan Mattirotasi Parepare

Interaksinews.id, Parepare — Bukan razia, Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Parepare memilih pendekatan dialogis melalui program Polantas Karib di Parepare. Personel menyambangi sopir truk dan pengemudi ojek online yang sedang beristirahat di kawasan Jalan Mattirotasi, Jumat (25/9/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 Wita itu menghadirkan Brigpol Yuyustiadi dan Briptu Wira Satya Utama. Keduanya berdialog langsung dengan para pengemudi sambil menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

Pendekatan tersebut menekankan edukasi dan pencegahan. Petugas mengingatkan bahwa keselamatan di jalan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kondisi pengemudi dan kesiapan kendaraan.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Parepare, Iptu Sumiati, S.H., mengatakan program Polantas Karib merupakan bagian dari upaya mendekatkan polisi dengan masyarakat pengguna jalan.

“Atas arahan Bapak Kasat Lantas, kami ingin mengubah paradigma. Polantas harus menjadi sahabat atau karib bagi semua pengguna jalan. Kami tidak ingin hadir hanya saat ada pelanggaran, tapi hadir untuk mengingatkan sebelum kecelakaan itu terjadi,” ujar Iptu Sumiati.

Polantas Karib di Parepare Tekankan Tiga Pesan Keselamatan

Dalam dialog bersama para pengemudi, petugas menyampaikan sejumlah pesan utama. Salah satunya adalah pentingnya membangun kembali budaya tertib berlalu lintas.

Menurut petugas, kepatuhan terhadap aturan bukan semata-mata untuk menghindari penindakan. Kesadaran tersebut berkaitan langsung dengan upaya menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Pesan berikutnya menyangkut kelengkapan berkendara. Pengemudi diingatkan memastikan SIM dan STNK lengkap serta kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum beraktivitas.

Pemeriksaan sederhana juga perlu dilakukan, termasuk kondisi rem, lampu sein, tekanan ban, penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, serta sabuk keselamatan bagi pengemudi kendaraan yang menggunakannya.

“Kelengkapan itu bukan untuk menghindari petugas, tapi untuk melindungi diri kita sendiri. Tolong jangan dianggap remeh,” tegas Iptu Sumiati.

Bahaya Kelelahan dan Mengantuk Saat Berkendara

Pesan yang tidak kalah penting adalah manajemen kelelahan saat berkendara. Sopir truk yang menempuh perjalanan jauh maupun pengemudi ojek online yang mengejar target orderan diminta tidak memaksakan diri ketika mulai mengantuk atau kehilangan konsentrasi.

Iptu Sumiati mengingatkan pengemudi agar segera menepi dan beristirahat ketika kondisi tubuh tidak lagi prima.

“Jangan pernah melawan kantuk. Satu detik saja kita hilang konsentrasi, akibatnya bisa fatal. Kalau lelah, menepilah. Istirahat 15 sampai 30 menit jauh lebih baik daripada memaksakan diri dan berujung penyesalan,” katanya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para pengemudi. Mereka tidak hanya menerima imbauan, tetapi juga berdialog dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi selama bekerja di jalan.

Salah seorang pengemudi ojek online mengaku lebih mudah menerima pesan keselamatan ketika disampaikan melalui percakapan yang santai.

“Dikasih tahu baik-baik, ngobrol seperti teman, jadi masuk di hati. Kadang kami lupa istirahat karena kejar orderan, diingatkan begini jadi sadar lagi,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Parepare membangun kesadaran keselamatan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan pengguna jalan.

Melalui Polantas Karib, pesan keselamatan tidak hanya disampaikan ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga melalui edukasi dan dialog untuk mendorong pengemudi lebih peduli terhadap kondisi diri, kendaraan, dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait