JEDDAH — Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 resmi terhenti. Garuda Muda harus mengakui keunggulan Timnas Jepang U-17 dengan skor 1-3 pada laga terakhir Grup B yang berlangsung di Lapangan Latihan A Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke fase berikutnya. Sementara Jepang memastikan diri lolos sebagai juara grup dengan performa dominan sepanjang fase penyisihan.
Gol kemenangan Samurai Biru Muda dicetak oleh Ryoma Tsuneyoshi pada menit ke-28, Takeshi Wada menit ke-59, dan Arata Okamoto menit ke-71. Adapun satu-satunya gol Indonesia lahir lewat aksi brilian Peres Tjoe pada menit ke-70.
Jepang Dominasi Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, Jepang langsung memperlihatkan kualitas permainan yang lebih matang. Tim asuhan Ono Shingi mengontrol penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Indonesia.
Baru memasuki menit pertama, Eito Takaki sudah memberi ancaman melalui tendangan jarak dekat meski bola masih melambung. Tekanan Jepang berlanjut lewat sundulan Ryoma Tsuneyoshi lima menit berselang yang kembali gagal menemui sasaran.
Indonesia kesulitan keluar dari tekanan. Lini pertahanan Garuda Muda dipaksa bekerja keras menghadapi kombinasi umpan cepat dan pergerakan agresif pemain Jepang.
Peluang demi peluang terus lahir. Pada menit ke-24, Tsuneyoshi kembali mengancam, namun kiper Mike Rajasa masih mampu mengamankan bola.
Gol yang ditunggu Jepang akhirnya datang pada menit ke-28. Umpan silang mendatar Rekuto Shiraogawa berhasil disambar Tsuneyoshi di depan gawang. Jepang pun unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat Jepang semakin percaya diri mengendalikan tempo permainan.
Indonesia Kesulitan Bangun Serangan
Sepanjang babak pertama, Indonesia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, skema itu belum berjalan efektif karena lini tengah Jepang mampu memutus aliran bola dengan disiplin.
Mike Rajasa menjadi salah satu pemain yang cukup sibuk di bawah mistar. Beberapa penyelamatan penting berhasil dilakukan untuk mencegah Indonesia kebobolan lebih banyak sebelum turun minum.
Meski demikian, minimnya kreativitas di lini depan membuat duet penyerang Indonesia sulit menciptakan peluang bersih.
Skor 1-0 untuk Jepang bertahan hingga jeda pertandingan.
Gol Indah Peres Tjoe Sempat Bangkitkan Harapan
Memasuki babak kedua, Jepang tidak mengendurkan tekanan. Mereka kembali menciptakan peluang lewat Kazato Kimura pada menit ke-47.
Dominasi itu akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-59. Bola hasil tusukan dari sisi kiri sempat ditepis Mike Rajasa. Namun, lini pertahanan Indonesia gagal mengantisipasi bola muntah yang langsung disambar Takeshi Wada.
Tertinggal dua gol, Indonesia mencoba bermain lebih berani. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto sedikit memberi energi baru di lini serang.
Harapan sempat muncul pada menit ke-70 saat Peres Tjoe mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas dari sisi kanan. Bola meluncur deras tanpa mampu dijangkau kiper Jepang, Kosei Oshita.
“Gol Peres Tjoe menjadi salah satu momen terbaik Indonesia di pertandingan ini meski belum cukup menyelamatkan hasil akhir.”
Namun, euforia itu hanya bertahan sesaat. Jepang langsung merespons satu menit kemudian melalui Arata Okamoto yang sukses menyambar umpan silang Rekuto Shiraogawa di tiang jauh.
Gol cepat tersebut praktis mematahkan momentum kebangkitan Indonesia.
Garuda Muda Harus Evaluasi Konsistensi
Kekalahan dari Jepang memperlihatkan masih adanya jarak kualitas dan konsistensi permainan antara Indonesia dengan tim-tim elite Asia di level kelompok umur.
Meski demikian, penampilan Garuda Muda tetap menunjukkan potensi besar, terutama dalam semangat bertanding dan keberanian menghadapi tekanan lawan.
Evaluasi di sektor organisasi pertahanan dan transisi permainan diprediksi menjadi fokus utama setelah turnamen ini.
Sebelumnya, perkembangan sepak bola usia muda Indonesia juga mendapat perhatian luas publik nasional. Salah satunya terlihat dalam antusiasme terhadap kompetisi kelompok umur dan pembinaan pemain muda yang terus berkembang di berbagai daerah.
Selain itu, pembaca juga dapat mengikuti perkembangan Timnas Indonesia dan agenda resmi sepak bola nasional melalui PSSI.
Hasil Akhir Indonesia vs Jepang U-17
Timnas Indonesia U-17 1-3 Timnas Jepang U-17
Pencetak Gol:
- Ryoma Tsuneyoshi (28’)
- Takeshi Wada (59’)
- Peres Tjoe (70’)
- Arata Okamoto (71’)
Susunan Pemain Indonesia U-17
Timnas Indonesia U-17 XI (5-3-2)
Mike Rajasa; Made Arbi, Farik Rizqi, Zidane Raditya, Mathew Baker, Pandu Aryo (Ridho 46’); Chico Jericho (Sean Kastor 64’), Alfredo Nararya (Keanu Sanjaya 79’), Noha Pohan (Miraj Sulaeman 72’), Peres Tjoe; Fardan Ary (Ichiro Al Buchori 47’).
Pelatih: Kurniawan Dwi Yulianto
Susunan Pemain Jepang U-17
Timnas Jepang U-17 XI (3-5-2)
Kosei Oshita; Yuto Iwashita, Yoshito Kumada, Chimeze Ezemuckwe (Yuzo Takeuchi 86’); Kazato Kimura (Kakeru Saito 63’), Takeshi Wada (Sosuke Hoshi 63’), Shun Tatemi, Sora Iwatsuchi (Yoshiki Fujimoto 76’), Rekuto Shiraogawa; Ryoma Tsuneyoshi, Eito Takaki (Arata Okamoto 63’).
Pelatih: Ono Shingi


















