PAREPARE, INTERAKSINEWS.ID – Pemerintah Kota Parepare menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Selasa (12/5/2026). Momentum tahunan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ajang refleksi atas arah pembangunan pendidikan nasional di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi penegas bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga peserta didik.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bertindak sebagai pembina upacara. Ia didampingi Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, serta Sekretaris Daerah.
Upacara turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tenaga pendidik, hingga para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Parepare.
Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu
Dalam kesempatan tersebut, Tasming Hamid membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menekankan bahwa Hardiknas harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kembali semangat pendidikan nasional.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Tasming Hamid saat membacakan pidato Mendikdasmen.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya proses transfer pengetahuan, melainkan upaya membentuk manusia yang berkarakter, beradab, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Tasming juga mengingatkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among yang menitikberatkan pada tiga prinsip utama, yakni asah, asih, dan asuh.
“Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among; asah atau ilmu, asih atau kasih sayang, dan asuh berupa pendampingan serta pembinaan,” tuturnya.
Pendidikan Jadi Fondasi SDM Unggul
Dalam pidato tersebut, pendidikan disebut sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tasming menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang merata dan inklusif.
“Pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh,” tegasnya.
Ia juga menyoroti amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun peradaban.
Lima Kebijakan Strategis Pendidikan Nasional
Untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas.
Dalam implementasinya, terdapat lima kebijakan strategis yang menjadi fokus utama pemerintah.
1. Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran
Pemerintah mendorong pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, termasuk penguatan sistem pembelajaran berbasis digital agar proses belajar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
2. Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru
Guru dinilai tetap menjadi pilar utama pendidikan. Karena itu, pemerintah memperkuat program beasiswa pendidikan, pelatihan kompetensi, hingga peningkatan kesejahteraan melalui transfer tunjangan langsung setiap bulan.
3. Penguatan Karakter Peserta Didik
Sekolah diarahkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan sehat melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Selain itu, sejumlah program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, dan kegiatan Pramuka terus diperkuat untuk membangun karakter generasi muda.
4. Penguatan Literasi, Numerasi, dan STEM
Pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui gerakan literasi, numerasi, serta penguatan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Tes Kemampuan Akademik (TKA) disebut menjadi salah satu instrumen evaluasi mutu pendidikan secara nasional.
5. Perluasan Akses Pendidikan Inklusif
Akses pendidikan yang merata menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk melalui pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.
Hardiknas Jadi Momentum Kolaborasi
Di akhir pidatonya, Tasming Hamid menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan tiga aspek penting, yakni pola pikir yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutupnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas 2026, Wali Kota Parepare juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pelajar berprestasi sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian generasi muda di bidang pendidikan.
Langkah tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal kebijakan, tetapi juga penghargaan terhadap proses, prestasi, dan masa depan anak bangsa.
















