Minyakita Disalurkan untuk Korban Bencana NTT
Selain memenuhi kebutuhan pasar, Minyakita juga dimanfaatkan sebagai bagian dari bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perum Bulog telah menyalurkan sekitar 1,3 juta kilogram beras untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut. Bantuan itu berasal dari beberapa sumber cadangan pangan pemerintah.
Rinciannya meliputi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam sebanyak 881.980 kilogram. Selain itu, terdapat Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebesar 101.800 kilogram.
Bulog juga menyalurkan bantuan pangan dengan total penyaluran beras sebesar 472.900 kilogram. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini ditambah lagi dengan bantuan Minyakita totalnya adalah sekitar 7.000 liter untuk di tujuh kabupaten atau kota yang terdampak bencana,” sambung Rizal.
Penyaluran bantuan tersebut menunjukkan bahwa komoditas pangan dan minyak goreng tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar reguler, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam kondisi darurat.
Ke depan, keberlanjutan pasokan Minyakita akan sangat bergantung pada konsistensi pemenuhan DMO, kelancaran distribusi, serta kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan dinamika perdagangan komoditas sawit.
Dengan harga sekitar Rp15.700 per liter dan permintaan yang masih tinggi, Minyakita tetap menjadi salah satu komoditas penting dalam upaya menjaga keterjangkauan minyak goreng bagi masyarakat. Penguatan distribusi hingga wilayah Indonesia Timur dan peningkatan realisasi DMO menjadi langkah yang diarahkan untuk menjaga pasokan sekaligus stabilitas harga menjelang periode Nataru.
(MS Journal)














