Interaksinews.id, PAREPARE – Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Pantai Lumpue, Kota Parepare, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada operasi pencarian yang dilakukan pada Senin (12/1/2026), setelah tiga hari pencarian intensif sejak insiden terjadi.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 200 meter dari titik awal lokasi dilaporkan tenggelam. Selanjutnya, jenazah segera dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau Kota Parepare untuk penanganan sesuai prosedur medis dan kemanusiaan.
Operasi pencarian melibatkan Tim SAR Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Basarnas Pos Parepare, BPBD, unsur TNI, relawan, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur terlibat aktif melakukan penyisiran di sekitar perairan pantai hingga korban berhasil ditemukan.
Komandan Basarnas Pos Parepare, Agus Salim, menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari masyarakat yang melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. Setelah laporan masuk, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pengecekan dan penyisiran.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi. Sekitar 200 meter dari titik awal kejadian, korban berhasil ditemukan dan segera dievakuasi,” ujar Agus Salim di lokasi.
Ia menambahkan, seluruh unsur telah bekerja sejak pagi hingga siang hari meski dihadapkan pada kondisi ombak yang cukup tinggi. Namun berkat koordinasi dan kerja sama lintas instansi, operasi SAR dapat berjalan dengan lancar hingga tahap penutupan.
“Korban berhasil ditemukan. Selanjutnya seluruh tim akan kembali ke posko untuk melaksanakan briefing dan penutupan operasi SAR,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Ramli, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi cuaca dan ombak tidak menentu.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Setelah tiba di rumah sakit, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, hadir langsung di ruang jenazah didampingi Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Renny Anggraeny Sari, untuk memantau secara langsung penanganan korban.
Direktur RSUD Andi Makkasau menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan fasilitas dan tenaga medis guna memastikan seluruh proses pemulasaraan jenazah berjalan profesional, cepat, dan humanis.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh proses pemulasaraan hingga administrasi berjalan lancar. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam situasi darurat dan musibah,” jelas dr. Renny.
Setelah seluruh proses di rumah sakit rampung, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Manajemen RSUD Andi Makkasau bersama jajaran Pemerintah Kota Parepare turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas tragedi yang menimpa korban. (*)

















