Interaksinews.id, Parepare — Kegiatan Jumat Curhat Ujung Baru Parepare menjadi ruang bagi warga Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, untuk menyampaikan berbagai keresahan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat secara langsung kepada kepolisian.
Dialog kamtibmas tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Kelurahan Ujung Baru, Jumat pagi, 18 September 2026. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama aksi perkelahian antarremaja dan kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.
Kapolsek Soreang, AKP Amir Usman, S.E., mengatakan pihaknya turun langsung ke tengah masyarakat agar berbagai persoalan keamanan dapat segera diketahui dan ditangani.
Menurutnya, kegiatan Jumat Curhat merupakan bagian dari upaya kepolisian mendengar secara langsung kondisi yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Jumat Curhat ini perintah langsung pimpinan Polri untuk mendengar. Keluhan soal tawuran remaja dan curanmor di Ujung Baru menjadi atensi kami. Tidak ada ruang bagi gangguan kamtibmas, kami akan intensifkan patroli malam,” tegas AKP Amir Usman.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan keamanan di Kelurahan Ujung Baru. Mereka antara lain Sekretaris Lurah Ujung Baru Haliwangka, S.H., M.M., Bhabinkamtibmas Ujung Lare AIPTU Darwis Rakib, S.H., Babinsa Koptu Adriansyah, Kasi Trantib Abdul Salam, S.H., Ketua LPMK Muh. Amil Lancong, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kelurahan, serta sekitar 15 warga.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki peran dalam mencegah gangguan kamtibmas.
Bhabinkamtibmas Ujung Lare AIPTU Darwis Rakib menjelaskan, Jumat Curhat merupakan program Kapolri yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap pelayanan kepolisian.
Program tersebut juga sejalan dengan penekanan pimpinan Polres Parepare mengenai pentingnya kehadiran Polri yang bermoral, berintegritas, dan bermasyarakat.
Melalui forum tatap muka seperti ini, polisi dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan secara langsung. Sebaliknya, warga memiliki kesempatan menyampaikan keluhan sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan gangguan keamanan.
Polisi Perkuat Patroli Malam di Ujung Baru
Salah satu perhatian utama dalam Jumat Curhat Ujung Baru Parepare adalah aktivitas remaja yang berlangsung hingga larut malam dan berpotensi memicu perkelahian maupun gangguan keamanan lainnya.
Warga bernama Parman menyampaikan keresahan mengenai aksi perkelahian antarremaja serta pencurian yang menurutnya dilakukan oleh kelompok remaja yang kerap berkumpul hingga malam hari.
Menanggapi keluhan tersebut, AIPTU Darwis Rakib menjelaskan bahwa jajaran kepolisian telah menyiapkan langkah patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Polres Parepare disebut telah membentuk Tim Senggol untuk melaksanakan patroli malam. Sementara itu, jajaran Polsek Soreang mengandalkan Patroli Blue Light untuk meningkatkan kehadiran polisi di wilayah hukum Soreang.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek pencegahan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Selain patroli, polisi juga mendorong warga untuk segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Soreang turut menyosialisasikan sejumlah kanal pengaduan yang dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian.
Warga diperkenalkan dengan Call Center 110 yang disebut aktif selama 1×24 jam. Selain itu, terdapat pula aplikasi pengaduan online Polres Parepare serta layanan WhatsApp Kapolres yang terhubung dengan Kapolsek dan Bhabinkamtibmas.
Ketersediaan kanal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Warga tidak harus menunggu kegiatan tatap muka untuk menyampaikan laporan apabila menemukan gangguan keamanan.
Darwis juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian rumah kosong dan curanmor. Menurutnya, kelalaian pemilik kendaraan maupun rumah dapat menjadi salah satu faktor yang membuka peluang terjadinya tindak pencurian.
Karena itu, warga diminta memastikan kendaraan terkunci dengan baik, tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah terlihat, serta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.
Polisi juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi penipuan dengan modus hadiah yang disebarkan melalui media sosial. Warga diminta tidak mudah percaya terhadap pesan atau tawaran yang meminta data pribadi maupun sejumlah uang dengan alasan tertentu.
Selain persoalan kriminalitas dan kenakalan remaja, kepolisian turut menyampaikan imbauan terkait kondisi lingkungan memasuki musim hujan.
Warga diminta menjaga kebersihan saluran air di sekitar permukiman. Sampah yang menumpuk maupun saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Imbauan tersebut menunjukkan bahwa keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal. Kondisi lingkungan yang terjaga juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan permukiman yang aman dan nyaman.
Karena itu, warga bersama pemerintah kelurahan diharapkan dapat menjaga kebersihan fasilitas umum dan saluran drainase secara rutin.
Menutup kegiatan, Kapolsek Soreang AKP Amir Usman kembali menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri untuk mencegah seluruh potensi gangguan kamtibmas. Peran orang tua, ketua RT/RW, LPMK, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya diperlukan untuk membangun pengawasan bersama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua, RT/RW, dan LPMK sangat vital. Awasi anak-anak kita, laporkan sekecil apa pun gangguan. Tujuan kami satu, Ujung Baru harus aman dan kondusif,” pungkas AKP Amir Usman.
Forum Jumat Curhat Ujung Baru Parepare sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat. Keluhan yang disampaikan warga dapat menjadi masukan bagi kepolisian dalam menentukan pola pengamanan dan patroli di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah gangguan sejak dini. Pengawasan terhadap anak dan remaja, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta keberanian melaporkan kejadian yang mencurigakan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kondusivitas Kelurahan Ujung Baru.
Dengan komunikasi yang terus terjaga antara warga, pemerintah kelurahan, dan kepolisian, berbagai persoalan keamanan diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.
(MS Journal)














