Interaksinews.id – Luwu
Forum Pemuda Latimojong Bersatu (FPLB) bersama Komunitas Warga Lingkar Tambang (KWLT) menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dijalankan PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Desa To’barru, Kabupaten Luwu.
Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Latimojong yang memiliki tantangan geografis dan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Ketua FPLB, M. Azriel, menilai Program PMT yang dijalankan MDA menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjawab persoalan kesehatan dasar, terutama penanganan stunting dan gizi buruk pada balita. Ia menyebut pendekatan berbasis data serta evaluasi berkala menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Penurunan angka stunting dari 19 persen menjadi 5 persen di Kecamatan Latimojong merupakan capaian yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan desa mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Azriel, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif bidan desa dan pemerintah desa yang secara konsisten melakukan pemantauan kesehatan anak. Dukungan perusahaan melalui Program PMT dinilai memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa, terutama di wilayah terpencil.
Hal senada disampaikan Koordinator KWLT, Najamudin, yang menyebut keterlibatan delapan desa dalam Program PMT mencerminkan upaya pemerataan manfaat di sekitar wilayah operasional MDA. Ia menilai program ini tidak sekadar bantuan jangka pendek, melainkan investasi sosial jangka panjang.
“Program PMT dan pengobatan gratis yang dijalankan MDA menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dampaknya sangat terasa, khususnya bagi keluarga dengan balita yang sebelumnya berada dalam kondisi gizi kurang,” kata Najamudin.
Ia juga mengapresiasi komitmen MDA dalam membangun kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu serta pemerintah desa. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program kesehatan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, FPLB dan KWLT turut memberikan penghargaan moral kepada para bidan desa yang aktif melakukan pemantauan dan pelaporan kondisi kesehatan anak. Peran tenaga kesehatan dinilai sangat strategis dalam memastikan setiap intervensi gizi sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Ke depan, FPLB dan KWLT berharap Program PMT serta program kesehatan lainnya yang dijalankan MDA dapat terus diperluas dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas kesehatan diyakini menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat Latimojong secara menyeluruh. (*)

















