Parepare

Disnaker Parepare Buka Pelatihan TMT 2026, BPVPP Pangkep Perluas Pelatihan Keterampilan Kerja

Parepare — Pelatihan kerja diharapkan tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi mampu membuka jalan menuju pekerjaan atau usaha mandiri. Di tengah kebutuhan keterampilan yang terus berkembang, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Parepare membuka empat bidang pelatihan melalui program Tailor Made Training (TMT) Non Batch 5 Tahun 2026.

Pelatihan berbasis kompetensi itu dibuka di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Parepare, Senin (19/10/2026). Program tersebut dijalankan bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVPP) Pangkep.

Empat bidang yang ditawarkan meliputi public speaking, pembuatan roti dan kue, peracikan minuman kopi, serta budidaya jamur. Pilihan tersebut memberi peserta kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi maupun keterampilan praktis yang berpotensi dimanfaatkan di dunia kerja dan usaha.

Lebih dari 300 peserta telah mengikuti pelatihan

Kepala BPVPP Pangkep Ashari Arifuddin mengatakan, program TMT di Parepare merupakan bagian dari kerja sama dengan pemerintah kota melalui nota kesepahaman atau MoU.

Menurut Ashari, lebih dari 300 peserta telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi, sedangkan target dalam MoU bersama Pemerintah Kota Parepare mencapai 1.000 orang.

“Harapan kami, peserta yang mengikuti pelatihan kompetensi ini dapat langsung bekerja atau membuka usaha sendiri sesuai dengan bidang pelatihan yang diikuti,” ujarnya.

Ashari juga menyebut BPVPP Pangkep memperoleh tambahan anggaran untuk mendukung pemenuhan target pelatihan. Namun, rencana pelaksanaan program lanjutan tetap mempertimbangkan kesiapan tim balai.

Ia membuka peluang bagi masyarakat untuk mengusulkan jenis pelatihan sesuai kebutuhan wilayah melalui pemerintah setempat. Dengan begitu, program vokasi diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan keterampilan masyarakat.

Empat kompetensi, peluang kerja dan usaha

Kepala Disnaker Parepare Hj. Andi Wisnah mengatakan pembukaan program tersebut menjadi pengalaman pertamanya membuka pelatihan berbasis kompetensi sejak menjabat sebagai kepala dinas.

Kegiatan itu turut dihadiri mantan Plt. Kepala Disnaker Parepare La Ode Arwah Rahman, yang sebelumnya mendampingi pelaksanaan kerja sama pelatihan dengan BPVPP Pangkep.

Keempat bidang pelatihan memiliki potensi pemanfaatan yang berbeda. Kemampuan berbicara di depan umum dapat menunjang komunikasi profesional, sementara keterampilan membuat kue, meracik kopi, dan membudidayakan jamur dapat dikembangkan menjadi layanan atau usaha produktif.

Meski demikian, hasil pelatihan tidak hanya ditentukan oleh materi dan proses belajar. Akses terhadap peluang kerja, pendampingan setelah pelatihan, serta kemampuan peserta menerapkan keterampilan menjadi faktor penting agar program memberikan manfaat nyata.

Melalui TMT 2026, Disnaker Parepare dan BPVPP Pangkep berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi. Tantangan berikutnya ialah memastikan kompetensi yang diperoleh benar-benar dapat digunakan untuk bekerja, meningkatkan produktivitas, atau membangun usaha mandiri.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait