Interaksinews.id, Parepare — Kebakaran lahan kosong Parepare terjadi di Jalan Sejahtera, RT 003/RW 003, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Selasa (15/9/2026) malam. Kobaran api membakar alang-alang serta sejumlah pohon jati kering di lahan kosong milik H. Jasmin yang berada tidak jauh dari lapangan voli.
Api mulai terlihat sekitar pukul 18.45 Wita. Kobaran kemudian dengan cepat membesar karena lahan dipenuhi vegetasi kering yang mudah terbakar.
Melihat kondisi tersebut, warga segera mengambil langkah dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan juga disampaikan kepada Polsek Ujung agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Ketua RW 003, Syahruddin (55), mengatakan dirinya langsung menghubungi petugas setelah melihat kobaran api semakin besar.
“Begitu saya lihat api membesar, saya langsung telepon pemadam,” kata Syahruddin.
Respons petugas berlangsung cepat. Kurang dari 10 menit setelah laporan diterima, personel Damkar bersama anggota Polsek Ujung tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebanyak 10 personel Damkar dengan tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kebakaran. Petugas langsung menyemprotkan air ke titik-titik api yang membakar alang-alang dan vegetasi kering.
Personel kepolisian serta warga turut membantu proses penanganan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran api tidak menjalar ke area lain di sekitar lahan.
Penanganan dari pihak kepolisian dipimpin Panit II Sabhara Polsek Ujung Aiptu Irwan, S.H. bersama personel piket fungsi.
Kondisi lahan yang dipenuhi alang-alang kering membuat petugas harus melakukan penyemprotan secara menyeluruh. Langkah itu sekaligus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.
Selain pemadaman, situasi di sekitar lokasi juga menjadi perhatian petugas. Mobil pemadam membutuhkan akses yang cukup untuk keluar masuk kawasan selama proses penanganan berlangsung.
Polsek Ujung Atur Lalu Lintas Selama Pemadaman
Unit Lantas Polsek Ujung turut diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kebakaran. Pengaturan dilakukan agar aktivitas kendaraan pemadam tidak terganggu sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan.
Aipda Herman dari Unit Lantas Polsek Ujung mengatakan personel kepolisian menjalankan dua tugas selama proses penanganan berlangsung.
“Kami membantu petugas Damkar di lokasi sekaligus melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar kejadian. Ini untuk memastikan situasi tetap aman dan kendaraan pemadam bisa keluar masuk lokasi dengan lancar,” kata Aipda Herman.
Pengaturan lalu lintas dilakukan selama petugas Damkar melakukan penyemprotan. Dengan demikian, kendaraan pemadam dapat bergerak menuju titik yang membutuhkan penanganan tanpa terhambat kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.
Di sisi lain, warga yang berada di sekitar kawasan juga diminta memperhatikan keselamatan selama proses pemadaman. Kehadiran masyarakat menjadi salah satu faktor yang membantu petugas mendapatkan informasi awal mengenai perkembangan api.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam sejak api pertama kali dilaporkan. Petugas terus melakukan penyemprotan pada sejumlah titik untuk memastikan kobaran benar-benar terkendali.
Setelah dilakukan penanganan bersama, api akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya pada pukul 19.58 Wita.
Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah, S.H., M.H., mengatakan respons cepat masyarakat dan petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan kejadian. Personel Polsek Ujung langsung mendatangi lokasi dan membantu Damkar bersama warga sampai api benar-benar padam,” ujar Sukri.
Menurutnya, personel kepolisian juga memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif selama proses pemadaman berlangsung.
“Yang paling penting, api dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiel,” katanya.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiel. Api juga berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke area lain di sekitar lokasi.
Peristiwa di Jalan Sejahtera menjadi pengingat bahwa lahan kosong dengan vegetasi kering memiliki risiko kebakaran yang perlu diwaspadai. Alang-alang dan daun atau ranting yang mengering dapat membuat api lebih mudah menyebar ketika kondisi mendukung.
Karena itu, kecepatan masyarakat dalam melaporkan titik api sangat penting. Laporan sejak awal dapat memberikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan penanganan sebelum kobaran membesar.
Dalam kejadian ini, laporan warga yang diteruskan kepada petugas membuat proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Damkar, kepolisian, dan masyarakat kemudian bekerja bersama hingga api sepenuhnya padam.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang berisiko memicu kebakaran, terutama di sekitar lahan yang dipenuhi rumput, alang-alang, daun, atau material kering.
Jika menemukan asap atau titik api di lahan kosong, warga sebaiknya segera melaporkan kepada petugas terkait dan tidak mengambil risiko mendekati kobaran tanpa perlengkapan keselamatan.
Peristiwa kebakaran di Lapadde tersebut akhirnya dapat ditangani tanpa korban jiwa maupun kerugian materiel. Respons cepat warga dan petugas menjadi kunci agar api tidak meluas ke kawasan sekitar.
(MS Journal)
















