Headline

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 55,5 Juta Penerima, BGN Serap Anggaran Rp55,2 Triliun

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan capaian signifikan dalam satu tahun pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sepanjang tahun 2025, program prioritas nasional tersebut tercatat telah menjangkau 55,5 juta penerima manfaat di 26 provinsi melalui puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program MBG resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 dengan jumlah awal 190 SPPG. Hingga akhir tahun, tepatnya 31 Desember 2025, jumlah tersebut meningkat pesat menjadi 19.188 SPPG.

“Program MBG launching pada 6 Januari 2025 dengan 190 SPPG di 26 provinsi. Alhamdulillah, selama satu tahun, kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,5 juta penerima manfaat,” ujar Dadan saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dadan menjelaskan, selama satu tahun pelaksanaan, anggaran bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun. Tambahan anggaran tersebut diperoleh Badan Gizi Nasional dari Kementerian Keuangan guna mendukung perluasan cakupan layanan.

Selain menjangkau puluhan juta penerima, program MBG juga mencatat produksi makanan dalam skala besar. Total porsi makanan yang telah diolah dan didistribusikan selama 2025 mencapai sekitar 3,7 miliar porsi.

Memasuki tahun 2026, BGN terus melakukan ekspansi nasional. Program MBG kembali diluncurkan pada 8 Januari 2026 dengan jumlah awal 19.188 SPPG. Hingga 19 Januari 2026, jumlah SPPG tercatat meningkat menjadi sekitar 21.102 unit, yang telah mampu menjangkau 88,3 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

“Program pada tahun 2026 sudah kita mulai. Per 19 Januari malam, jumlah SPPG kita kurang lebih 21.102 dan sudah bisa menjangkau 88,3 juta penerima manfaat dengan dana operasional harian,” jelas Dadan.

BGN juga mencatat bahwa hingga pertengahan Januari 2026, realisasi anggaran telah mendekati Rp18 triliun. Dadan menegaskan bahwa perputaran dana program MBG memberikan dampak langsung terhadap perekonomian lokal karena anggaran disalurkan langsung dari kas negara ke masing-masing SPPG.

“Dana tersebut sekitar 70 persen digunakan untuk pembelian bahan baku, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif mitra yang bergabung dalam program MBG,” ungkapnya.

BGN menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, UMKM, dan relawan di daerah. (*)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait