Interaksinews.id, Parepare — Wali Kota Parepare Tasming Hamid menerima audiensi jajaran Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan di Ruang Kerja Wali Kota Parepare, Senin, 14 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi pelajar dalam penguatan kepemimpinan generasi muda.
Audiensi itu dipimpin langsung Ketua Umum PW IPM Sulsel, Fahrul Dason, bersama Ketua Umum PD IPM Parepare, Agus. Pertemuan turut didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, H. Iskandar Nusu, M.Si.
Kehadiran jajaran pimpinan IPM Sulsel disambut hangat oleh Tasming Hamid. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut membahas komitmen organisasi pelajar untuk mengambil bagian dalam proses pencerdasan dan pengembangan kapasitas kepemimpinan pelajar di Kota Parepare.
Fahrul Dason yang merupakan putra daerah asli Kota Parepare menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan pemerintah daerah untuk menerima jajaran PW IPM Sulsel.
Menurut Fahrul, silaturahmi tersebut memiliki makna penting karena menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung sekaligus meminta restu kepada kepala daerah sebelum menjalankan berbagai agenda organisasi di Parepare.
“Sebagai anak asli Kota Parepare, sudah menjadi kewajiban moral bagi saya untuk datang silaturahmi dan meminta restu secara langsung kepada Pak Wali. IPM siap hadir untuk berkolaborasi, khususnya dalam proses pencerdasan serta pelatihan kepemimpinan bagi pelajar di Parepare,” ujar Fahrul Dason.
Komitmen tersebut menunjukkan adanya ruang yang cukup terbuka bagi organisasi pelajar untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia. Penguatan kapasitas pelajar menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu berorganisasi, berkomunikasi, serta mengambil peran di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemuda dan pelajar, agar pembangunan tidak hanya berjalan melalui program pemerintahan, tetapi juga mendapat dukungan dari generasi muda.
Merespons komitmen PW IPM Sulsel, Tasming Hamid menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan pelajar.
Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam mengawal pembangunan daerah. Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara pemerintah dengan organisasi pelajar perlu terus dibangun.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran para pengurus IPM. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus membangun kolaborasi aktif bersama pemuda dan pelajar dalam mengawal pembangunan daerah,” ungkap Tasming Hamid.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya partisipasi generasi muda dalam pembangunan Kota Parepare. Pelajar tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat kebijakan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membangun gagasan dan kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
Kolaborasi semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi organisasi pelajar untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan program, serta memperluas pengalaman kepemimpinan.
Pesan Kepemimpinan Tasming Hamid kepada Pelajar
Dalam pertemuan tersebut, Tasming Hamid juga menyampaikan pesan kepada para pengurus IPM yang hadir. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun pengalaman organisasi.
Akhlak dan etika menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan sebagai bekal bagi para pengurus IPM dalam menjalankan aktivitas organisasi sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.
“Untuk menjadi orang yang sukses, kita sebagai anak muda harus selalu menjaga akhlak dan etika. Itulah kunci utama kesuksesan yang sebenarnya di tengah masyarakat,” ungkap Tasming Hamid.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi pelajar yang mulai aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Pengalaman berorganisasi dapat menjadi sarana untuk belajar mengambil keputusan, bekerja dalam tim, mengelola perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Karena itu, kepemimpinan pelajar tidak hanya membutuhkan keberanian menyampaikan gagasan, tetapi juga harus dibarengi sikap, etika, dan tanggung jawab.
Pertemuan antara PW IPM Sulsel dan Pemerintah Kota Parepare juga membuka peluang penguatan sinergi dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan pendidikan karakter.
IPM dapat mengambil peran melalui kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas pelajar. Sementara itu, pemerintah daerah dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada kegiatan pencerdasan, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kreativitas, hingga aktivitas sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan komunikasi yang berkelanjutan, hubungan antara pemerintah dan organisasi pelajar diharapkan tidak berhenti pada agenda audiensi. Sinergi yang konsisten dapat menjadi fondasi untuk menghadirkan lebih banyak ruang partisipasi bagi pelajar di Kota Parepare.
Pertemuan itu kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata berupa bingkai ucapan terima kasih dari PW IPM Sulsel kepada Wali Kota Parepare. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas penerimaan audiensi sekaligus simbol komitmen untuk membangun hubungan yang lebih baik ke depan.
Bagi Pemerintah Kota Parepare, keterlibatan organisasi pelajar menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dengan generasi muda. Sementara bagi IPM, ruang komunikasi dengan pemerintah dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pengembangan pelajar.
Dengan demikian, audiensi tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Pertemuan Wali Kota Parepare Tasming Hamid dan PW IPM Sulsel juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus menjunjung tinggi akhlak dan etika.
(MS Journal)

















