OlahragaParepare

Tasming Hamid Nobar Piala Dunia 2026 di Warkop Sweetness, Jagokan Portugal Juara

PAREPARE, Interaksinews.id — Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Parepare. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, Nobar Piala Dunia 2026 bersama Wakil Wali Kota Hermanto dengan memilih menyatu bersama masyarakat menyaksikan pertandingan melalui kegiatan nonton bareng (nobar).

Keduanya hadir di Warkop Sweetness 588, Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Selasa (16/6/2026), untuk menyaksikan laga Grup G antara Iran melawan New Zealand.

Sejak pertandingan dimulai, pengunjung tampak memadati lokasi. Sorak-sorai, tepuk tangan, hingga diskusi ringan mengenai jalannya laga menciptakan suasana akrab yang jarang ditemukan ketika menonton sendirian di rumah.

Bagi Tasming Hamid, Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga. Ajang sepak bola terbesar di dunia itu dinilai memiliki kekuatan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Saya kira aktivitas nobar ini bagus. Pertama kita bisa silaturahmi, kemudian ini juga bisa memajukan perekonomian,” kata Tasming Hamid.

Menurutnya, keberadaan nobar mampu memberikan dampak berantai terhadap pelaku usaha kecil, khususnya pemilik warung kopi dan pedagang di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Aktivitas ekonomi bergerak, pengunjung bertambah, dan ruang interaksi sosial masyarakat semakin terbuka.

Tak hanya berbicara soal manfaat ekonomi, Ketua DPD NasDem Parepare itu juga mengungkapkan negara favoritnya pada Piala Dunia 2026.

Portugal menjadi tim yang paling dijagokannya untuk mengangkat trofi juara.

“Saya menjagokan Portugal. Pemainnya bagus. Rata-rata bagus,” ungkapnya.

Tasming menilai Portugal memiliki kedalaman skuad yang solid. Kombinasi pemain muda bertalenta dengan sederet pemain berpengalaman menjadi kekuatan tersendiri.

Nama Cristiano Ronaldo masih dianggap memiliki pengaruh besar, baik dari sisi pengalaman maupun mental bertanding pada kompetisi sebesar Piala Dunia.

Pemkot Parepare Siapkan Nobar di Sejumlah Titik

Tasming mengungkapkan Pemerintah Kota Parepare tengah menginisiasi pelaksanaan nobar di beberapa titik strategis.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mendorong kepala daerah memfasilitasi kegiatan nobar sesuai kemampuan masing-masing daerah.

“Kita tengah menginisiasi nobar di beberapa titik yang melibatkan jajaran Pemkot dan masyarakat, seperti di Kampung Enjoy dan Pantaiku, agar geliat ekonomi tidak melulu di satu tempat,” jelasnya.

Penyebaran titik nobar diharapkan dapat menghadirkan pemerataan manfaat ekonomi sekaligus memperluas ruang kebersamaan warga.

Kebijakan ini juga dinilai mampu menghidupkan kawasan-kawasan publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Parepare.

Nobar Dinilai Lebih Seru

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Parepare, Ahmad Arbi, mengaku lebih menikmati atmosfer pertandingan ketika disaksikan bersama-sama di warung kopi.

Menurutnya, menonton Piala Dunia sendirian di rumah tidak mampu menghadirkan sensasi yang sama.

“Lebih seru nobar di Warkop, apalagi ditemani kopi lebih seru. Kalau di rumah itu sendiri, tidak dapat feel-nya,” ucap Ahmad Arbi.

Ia menyebut nobar bukan hanya soal pertandingan sepak bola, melainkan juga tentang membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta berbagi emosi dalam mendukung tim favorit.

Tindak Lanjut Surat Edaran Mendagri

Diketahui, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ yang mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota untuk memfasilitasi pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026.

Melalui surat tersebut, pemerintah daerah diminta memanfaatkan ruang publik dan lokasi strategis sebagai tempat penyelenggaraan nobar dengan mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah masing-masing.

Kebijakan itu diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait