Interaksinews.id, Parepare — Safari shalat subuh Majelis Syuhada kembali berlangsung di Kota Parepare. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Masjid Nurul Yasin, Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung semarak dengan kehadiran sekitar 1.500 jemaah. Mereka memadati bagian dalam masjid hingga area di luar bangunan.
Safari shalat subuh kali ini juga mendapat perhatian karena dihadiri Wali Kota Parepare H Tasming Hamid SE MH. Kehadiran Tasming berlangsung tanpa agenda yang sebelumnya dijadwalkan oleh pengurus Majelis Syuhada.
Kedatangan Wali Kota Parepare tersebut menambah semarak suasana ibadah subuh berjemaah. Para jemaah dari berbagai unsur masyarakat juga tampak memenuhi Masjid Nurul Yasin sejak waktu subuh.
Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada Kembali Digelar
Majelis Syuhada secara istiqamah melaksanakan kegiatan safari shalat subuh berjemaah dari masjid ke masjid. Masjid Nurul Yasin Cappa Galung menjadi salah satu tempat yang kembali dikunjungi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kunjungan kali ini menjadi kunjungan ketiga Majelis Syuhada ke Masjid Nurul Yasin. Pengurus masjid pun menyambut kedatangan rombongan dengan persiapan yang dilakukan sejak dini hari.
Suasana semakin ramai karena jemaah tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar masjid. Sejumlah jemaah dari wilayah lain di Parepare hingga luar daerah turut hadir untuk mengikuti shalat subuh berjemaah.
Bagian dalam Masjid Nurul Yasin tampak penuh oleh jemaah laki-laki dan perempuan. Kepadatan bahkan meluas hingga halaman dan area di luar masjid.
Berdasarkan perkiraan di lokasi, jumlah jemaah mencapai sekitar 1.500 orang. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan pada waktu subuh.
Wali Kota Tasming Hamid Hadiri Safari Subuh
Sejumlah tokoh dan unsur masyarakat hadir dalam safari shalat subuh tersebut. Salah satunya Wali Kota Parepare Tasming Hamid yang turut membersamai jemaah.
Selain Tasming Hamid, hadir pula Ketua Majelis Syuro Majelis Syuhada H Pengerang Rahim, yang merupakan mantan Wakil Wali Kota Parepare.
Turut hadir Ketua Dewan Pembina H Tajuddin Ilyas, Ketua Pembina AKP (Purn) H Muhabar SAg, Muassis Majelis Syuhada H Bakhtiar Syarifuddin SE, serta Majelis I’tikaf H Opu Suharjono M Anwar.
Sejumlah tokoh lainnya juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain mantan Kepala Dinas Pendidikan H Anwar Saad SH MH, mantan Kepala Dinas Sosial Drs H Amir Lolo, dan mantan Kepala BKD H Nasarong S Sos MH.
Dari unsur pemerintahan, hadir Camat Bacukiki Barat Ardiansyah Arifuddin SSTP dan Lurah Cappa Galung Hidayatullah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat safari subuh berlangsung semakin semarak. Pengurus masjid, imam masjid, pengurus Majelis Taklim se-Kota Parepare, tokoh masyarakat, pengusaha, serta jemaah dari luar daerah juga turut hadir.
Masjid Nurul Yasin Dipenuhi Ribuan Jemaah
Antusiasme jemaah menjadi pemandangan utama dalam safari shalat subuh tersebut. Mereka datang untuk mengikuti ibadah sekaligus menyimak rangkaian tausiah yang disiapkan panitia.
Jemaah Masjid Nurul Yasin juga berbaur dengan rombongan Majelis Syuhada dan masyarakat dari sejumlah wilayah. Kepadatan jemaah bahkan membuat bagian luar masjid ikut dipenuhi peserta.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan shalat subuh berjemaah. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Muhammad Lutfi, imam rawatib Masjid Terapung BJ Habibie.
Setelah shalat, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan penerimaan dari pihak Masjid Nurul Yasin. Sambutan Ketua DKM Masjid Nurul Yasin H Tajuddin Ilyas disampaikan melalui salah satu pengurus.
Dalam sambutannya, pihak masjid menyampaikan apresiasi atas kedatangan Majelis Syuhada untuk ketiga kalinya. Pengurus juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama proses penerimaan rombongan.
“Terima kasih kepada Majelis Syuhada atas perkenaannya datang ke Masjid Nurul Yasin yang ketiga kalinya. Permohonan maaf jika dalam penerimaan ada hal-hal yang tidak berkenan, mohon dimaafkan,” katanya.
Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada Perkuat Silaturahmi
Muassis Majelis Syuhada Parepare H Bakhtiar Syarifuddin SE kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus Masjid Nurul Yasin Cappa Galung.
Ia mengapresiasi kesiapan pengurus dalam menerima rombongan Majelis Syuhada. Menurutnya, pengurus telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut kedatangan jemaah.
“Terima kasih diucapkan kepada Ketua DKM Masjid Nurul Yasin H Tajuddin Ilyas dan jajarannya atas berkenaannya menerima kami yang ketiga kalinya dan telah dipersiapkan sejak dini, termasuk kesediaan menjamu sarapan paginya,” ungkap Bakhtiar.
Menurutnya, penerimaan yang baik tersebut menjadi bagian penting dalam membangun silaturahmi. Kegiatan safari subuh juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan jemaah.
Ceramah Subuh Soroti Makna Shalat Berjemaah
Rangkaian safari subuh kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat yang disampaikan Ustadz Dr Abdul Latief Kadir SPdi MPdi.
Ia merupakan pembina Pesantren Lilbanat DDI Ujung Lare dan dosen Institut Agama Islam DDI Mangkoso, Kabupaten Barru.
Dalam ceramahnya, Abdul Latief Kadir mengutip pesan Gurutta mengenai indikator keimanan seseorang melalui kebiasaan melaksanakan shalat subuh berjemaah.
Ia menilai, kehadiran jemaah dalam jumlah besar pada waktu subuh menunjukkan tingginya semangat masyarakat Parepare dalam menjalankan ibadah.
“Kalau mau lihat orang Islam beriman, maka lihatlah saat melaksanakan shalat berjemaah subuh di masjid,” ungkapnya.
Menurut Abdul Latief, shalat subuh memiliki tantangan tersendiri karena jemaah harus meninggalkan waktu istirahat dan tidur nyenyak. Karena itu, banyaknya jemaah yang hadir di Masjid Nurul Yasin menjadi pemandangan yang menggembirakan.
“Kalau mau melihat orang Islam yang beriman, maka lihat saat shalat subuh berjemaah di masjid. Sekarang ini terbukti meninggalkan tidur nyenyak,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung kondisi Masjid Nurul Yasin yang tidak mampu menampung seluruh jemaah di dalam ruangan.
“Masjid Nurul Yasin tidak bisa termuat begitu banyaknya. Artinya, di Parepare banyak orang beriman,” lanjutnya.
Abdul Latief juga menyampaikan perbandingan lain mengenai jumlah umat Islam. Menurut dia, masyarakat dapat melihat jumlah umat Islam yang besar ketika pelaksanaan shalat Idulfitri dan Iduladha.
“Demikian halnya kalau mau lihat orang Islam banyak, maka lihatlah saat shalat Idulfitri dan Iduladha,” katanya.
Safari Subuh Jadi Ruang Kebersamaan Warga Parepare
Kehadiran ribuan jemaah dalam safari shalat subuh Majelis Syuhada menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai lapisan masyarakat.
Pejabat aktif dan mantan pejabat, pengurus masjid, pengurus Majelis Taklim, tokoh masyarakat, pengusaha, hingga masyarakat umum hadir dalam satu kegiatan.
Kebersamaan tersebut menjadi salah satu pesan penting dari pelaksanaan safari subuh di Masjid Nurul Yasin. Selain menjalankan ibadah, jemaah memiliki kesempatan memperkuat silaturahmi dan membangun hubungan sosial.
Kehadiran Wali Kota Parepare Tasming Hamid juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan tersebut. Kedatangannya yang tidak masuk dalam jadwal sebelumnya menambah dinamika dalam kegiatan safari subuh.
Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan secara rutin memperlihatkan upaya Majelis Syuhada menjaga konsistensi kegiatan keagamaan. Masjid menjadi pusat pertemuan warga sekaligus tempat memperkuat nilai kebersamaan.
Safari shalat subuh juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan pesan keagamaan secara langsung. Ceramah singkat setelah shalat menjadi bagian yang melengkapi kegiatan tersebut. (MS Journal)
















