HeadlinePendidikan & Tehnologi

Wali Kota Parepare Tegas: ASN Terlibat Kecurangan SPMB Akan Disanksi

Parepare, Interaksinews.id – Pemerintah Kota Parepare menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk kecurangan dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), terutama jalur zonasi yang menuai sorotan masyarakat.

Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota menegaskan bahwa tidak akan mentoleransi keterlibatan ASN dalam praktik-praktik tidak jujur dalam proses penerimaan siswa.

“SPMB harus berjalan transparan, objektif, dan berkeadilan. Tidak boleh ada ASN yang mencederai kepercayaan publik,” tegas Tasming Hamid, Sabtu (28/6/2025).

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, Pemkot membuka layanan pelaporan melalui Lapor Pak Wali di WhatsApp: 0811-4100-7777. Warga bisa menyampaikan pengaduan jika menemukan pelanggaran dalam seleksi SPMB.

BACA JUGA: Orangtua Keluhkan Sistem Zonasi SPMB SD di Parepare

Wakil Wali Kota menambahkan, laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh tim pengawasan internal yang independen.

“Kami ingin mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan bebas intervensi. Peran masyarakat sangat penting sebagai pengawas sosial,” katanya.

Pemkot Parepare juga mengingatkan seluruh penyelenggara pendidikan, ASN, dan masyarakat untuk menjaga integritas dalam Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul mencuatnya kasus dugaan ketidakadilan dalam seleksi zonasi. Seorang warga bernama Lia mengeluhkan anaknya gagal lolos meskipun berada dalam radius terdekat dari sekolah.

BACA JUGA: PKK Parepare Gelar Pelatihan Public Speaking Tingkatkan Kapasitas Kader

Kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai celah sistem SPMB yang rawan disalahgunakan. Pemerintah Kota Parepare menegaskan akan memperkuat pengawasan dan mengevaluasi pelaksanaan PPDB agar sesuai prinsip adil, transparan, dan akuntabel.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait