Interaksinews.id, BARRU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru terus memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni menggandeng PT Sulotco Jaya Abadi, anak perusahaan Kapal Api Group, untuk mengembangkan komoditas kopi di wilayah Barru melalui pola pendampingan terpadu.
Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menerima langsung audiensi jajaran PT Sulotco Jaya Abadi yang dipimpin Direktur Samuel Karundeng di Ruang Rapat Wakil Bupati Barru, Selasa (13/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama pengelolaan dan pengembangan perkebunan kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Pemkab Barru menilai kopi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Komoditas kopi di Barru sangat potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, kopi bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati Barru.
Abustan berharap PT Sulotco Jaya Abadi dapat berperan aktif dalam mendampingi petani, mulai dari pengelolaan lahan, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing kopi Barru, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Potensi 5.000 Hektare Lahan Kopi
Berdasarkan hasil pemetaan awal, terdapat delapan desa di Kabupaten Barru yang memiliki potensi pengembangan tanaman kopi. Salah satunya Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, yang telah ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Barru.
Secara keseluruhan, luas lahan potensial mencapai sekitar 5.000 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap. Pada tahap awal, pengelolaan difokuskan pada 200 hingga 300 hektare, termasuk Desa Palakka dengan luasan sekitar 99 hektare.
Pemkab Barru juga telah menyalurkan sekitar 17.000 bibit kopi Arabika kepada masyarakat. Namun demikian, Abustan menegaskan bahwa bantuan bibit saja tidak cukup tanpa pendampingan berkelanjutan agar hasil yang diperoleh optimal dan bernilai ekonomi tinggi.
Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru turut mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, khususnya pada sektor hulu. Menurutnya, pertanian modern membutuhkan peran anak muda yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi.
“Pertanian hari ini bukan lagi sektor yang tertinggal. Justru dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang baik, pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Barru bersama PT Sulotco Jaya Abadi berencana membentuk tim khusus pendampingan terpadu. Tim ini akan mendampingi petani mulai dari pengelolaan lahan, budidaya, hingga sistem pemasaran hasil panen.
Kerja sama tersebut ditargetkan mampu mengoptimalkan pengelolaan lahan kopi seluas 5.000 hektare dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Diharapkan, Barru dapat berkembang menjadi sentra kedua penghasil kopi di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah secara berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Bupati Barru dalam pertemuan ini, Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Barru. (*)

















