Hukum & KriminalNews

Lapas Parepare Paparkan Capaian Pembinaan Sepanjang 2025

Parepare, Interaksinews.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar kegiatan evaluasi dan refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan pertanggungjawaban kinerja. Kegiatan tersebut berlangsung di alun-alun Lapas Parepare, Rabu (31/12/2025).

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus refleksi atas pelaksanaan program pembinaan warga binaan. Ia menegaskan komitmen Lapas Parepare dalam meningkatkan transparansi publik, inovasi layanan, serta penguatan sinergi lintas sektor.

Salah satu terobosan yang dinilai berdampak positif selama 2025 adalah kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui program penempatan tenaga magang. Program ini melibatkan para fresh graduate yang diberdayakan selama enam bulan untuk membantu pekerjaan administratif dan teknis sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Tenaga magang ini sangat membantu kinerja kami. Mereka dikontrak selama enam bulan dan menerima honor dari Kemenaker sesuai standar upah daerah. Ini bentuk sinergi yang sangat positif,” ujar Marten.

Ia juga menjelaskan adanya perubahan struktur kelembagaan pasca terbentuknya Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Lapas berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam mendukung peningkatan layanan, Lapas Parepare memperoleh tambahan sumber daya manusia di sektor kesehatan, yakni satu tenaga dokter dan tiga perawat. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan medis bagi sekitar 580 warga binaan.

Hingga 30 Desember 2025, Lapas Parepare mencatat capaian penting melalui program integrasi. Sebanyak 277 warga binaan dinyatakan bebas, dengan 178 orang memperoleh Pembebasan Bersyarat (PB). Capaian ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan kepribadian dan perubahan perilaku warga binaan.

Sepanjang tahun 2025, petugas juga melaksanakan 74 kali razia internal dan menyita ratusan unit handphone ilegal yang kemudian dimusnahkan. Marten menegaskan bahwa sepanjang tahun ini Lapas Parepare dalam kondisi aman dan kondusif tanpa adanya insiden narapidana melarikan diri.

Program pendidikan Paket A, B, dan C tetap berjalan, didukung pembinaan kerohanian seperti tahfidz Al-Qur’an, ibadah kristiani, serta kegiatan kepramukaan yang berhasil meraih prestasi di tingkat wilayah.

Tahun 2025 juga menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya program rehabilitasi sosial perdana bagi 250 warga binaan. Program ini difokuskan pada perubahan pola pikir, kedisiplinan, serta kesiapan warga binaan untuk kembali beradaptasi di tengah masyarakat.

Menutup refleksi akhir tahun, Marten menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan selama 2025. Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan publik akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja di tahun 2026.

Berita Terkait