TANGERANG – Penyerang muda Timnas Indonesia U-17, Mierza Firjatullah, mengakui pergantian pelatih dari Nova Arianto ke Kurniawan Dwi Yulianto menuntut kesiapan mental dan teknis yang cepat dari seluruh pemain. Perubahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para penggawa muda Skuad Garuda Asia untuk segera menyesuaikan diri dengan filosofi permainan baru.
Seperti diketahui, PSSI mempromosikan Nova Arianto untuk menukangi Timnas Indonesia U-20, setelah Timnas U-17 melakoni dua laga uji coba menghadapi China di Stadion Indomilk Arena pada 8 dan 11 Februari 2026. Pergantian itu membuat tongkat estafet kepelatihan Timnas U-17 kini berada di tangan Kurniawan Dwi Yulianto.
Mierza menilai promosi pelatih merupakan hal yang wajar dalam sistem pembinaan tim nasional. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama pemain saat ini adalah cepat beradaptasi agar performa tim tetap terjaga.
“Ya, itu agenda tim nasional. Ada regenerasi karena Coach Nova naik ke U-20. Jadi kami sebagai pemain harus cepat adaptasi lagi,” ujar Mierza di Tangerang, Kamis (12/2/2026).
Pemain berusia 16 tahun itu mengakui, setiap pelatih memiliki pendekatan dan karakter latihan yang berbeda. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya harus kembali belajar dan menyesuaikan diri dengan metode yang diterapkan Kurniawan.
“Dengan bagaimana Coach Kurniawan melatih, saya harus belajar lagi dan menyesuaikan,” tambahnya.
Meski demikian, proses adaptasi dinilai tidak terlalu sulit. Mierza mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Kurniawan sudah terjalin cukup intens, mengingat pelatih tersebut sebelumnya juga mendampingi Timnas Indonesia U-17 dalam dua laga uji coba.
“Sudah,” jawabnya singkat saat ditanya soal komunikasi dengan pelatih baru.
Tantangan besar kini menanti Kurniawan dan Timnas Indonesia U-17. Agenda terdekat adalah Piala AFF U-17 2026 yang akan digelar di Indonesia pada 11–23 April 2026. Setelah itu, Garuda Asia dijadwalkan tampil di Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, adaptasi cepat menjadi kunci agar Timnas Indonesia U-17 tetap kompetitif dan mampu menjaga konsistensi performa di level regional maupun Asia.
















