Interaksinews.id, Parepare — Pemerintah Kota Parepare menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp485 juta kepada 793 siswa SD dan SMP, sekaligus meluncurkan program Literasi Al-Qur’an TSM (Tadarrus Takhsin Setiap Murid), Senin (26/10/2026).
Penyaluran Beasiswa Pendidikan Parepare berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare. Bantuan tersebut menyasar siswa kurang mampu dan berprestasi untuk meringankan kebutuhan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Adriani Idrus, menjelaskan bahwa anggaran Rp485 juta terbagi dalam tiga kategori penerima.
430 siswa SD kurang mampu menerima Rp450.000 per siswa, total Rp193,5 juta.
286 siswa SMP kurang mampu menerima Rp750.000 per siswa, total Rp214,5 juta.
77 siswa SD kurang mampu berprestasi menerima Rp1 juta per siswa, total Rp77 juta.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas pemerintahannya, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa.
“Persoalan pendidikan tentu menjadi prioritas kami. Kami mulai dari penyediaan pakaian seragam dan berbagai kebutuhan lainnya. Tujuannya agar tidak ada lagi anak di Kota Parepare yang terkendala mengakses pendidikan hanya karena persoalan pakaian,” kata Tasming.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sekolah sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi penerimanya.
“Anak-anak kita yang mendapatkan bantuan beasiswa harus memanfaatkannya dengan baik. Kita berharap melalui pendidikan, mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain bantuan pendidikan, Pemkot Parepare meluncurkan Literasi Al-Qur’an TSM untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan memperkuat pembentukan akhlak peserta didik.
Tasming menilai pembinaan keagamaan perlu mendapat perhatian karena masih terdapat siswa yang belum lancar membaca dan menulis Al-Qur’an.
“Saya sempat menanyakan kepada anak-anak apakah mereka sudah lancar membaca dan menulis Al-Qur’an. Ternyata, masih banyak yang perlu kita benahi,” ungkapnya.
Menurut Tasming, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan perilaku yang baik.
“Buat apa cerdas secara akademik jika akhlaknya tidak dijaga? Kecerdasan spiritual juga harus kita utamakan. Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki akhlak yang baik,” tegasnya.
Ia meminta tenaga pendidik mengoptimalkan pelaksanaan program serta menyampaikan kendala kepada dinas terkait sebagai bahan evaluasi.
Tasming berharap Beasiswa Pendidikan Parepare dan Literasi Al-Qur’an TSM dapat berjalan berkelanjutan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus membentuk generasi yang unggul secara akademik dan spiritual.
(MS Journal)














