Interaksinews.id, Parepare — Bahaya kebakaran Parepare menjadi perhatian kepolisian menyusul potensi kebakaran yang dapat terjadi di lahan maupun permukiman warga. Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalkan risiko kerugian material dan korban jiwa.
Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Kota Parepare. Warga diminta tidak mengabaikan berbagai aktivitas sehari-hari yang berpotensi menjadi sumber api.
Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat perlu memastikan kondisi lingkungan dan peralatan rumah tangga tetap aman.
Selain kebakaran lahan, permukiman juga memiliki sejumlah potensi sumber api. Instalasi listrik yang bermasalah, kompor, tabung gas, hingga puntung rokok dapat memicu kebakaran apabila tidak ditangani dengan benar.
Kapolres Parepare Imbau Warga Cegah Kebakaran
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kewaspadaan tersebut perlu diterapkan di lingkungan rumah maupun area terbuka.
Menurut imbauan tersebut, masyarakat perlu menghindari pembakaran sampah dan lahan secara sembarangan. Risiko kebakaran dapat meningkat ketika api berada di kawasan yang kering dan terkena angin kencang.
Warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat menyebabkan api merambat ke area lain dan sulit dikendalikan.
Beberapa langkah pencegahan yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:
- Tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api.
- Tidak meninggalkan pembakaran tanpa pengawasan.
- Memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik secara berkala.
- Tidak menumpuk steker pada satu stopkontak.
- Memastikan kompor dan regulator gas dalam kondisi aman.
- Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi potensi kebakaran. Masyarakat juga perlu segera mengambil tindakan apabila menemukan kondisi yang dianggap membahayakan.
Waspadai Listrik, Kompor, dan Gas di Rumah
Salah satu perhatian utama dalam pencegahan kebakaran adalah kondisi instalasi listrik rumah. Kabel yang terkelupas atau jaringan listrik yang tidak aman dapat meningkatkan risiko korsleting.
Masyarakat diminta segera memperbaiki kabel yang mengalami kerusakan. Selain itu, penggunaan stopkontak juga harus diperhatikan agar tidak terjadi penumpukan steker pada satu titik.
Beban listrik yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Karena itu, warga sebaiknya menggunakan perangkat listrik sesuai kapasitas dan kondisi instalasi.
Selain listrik, kompor dan tabung gas juga perlu mendapat perhatian. Warga diminta memastikan kompor dan regulator tabung gas dalam keadaan mati atau aman sebelum meninggalkan rumah.
Hal yang sama perlu dilakukan sebelum tidur. Pemeriksaan singkat terhadap kompor dan sumber api dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran pada malam hari.
Bahaya Kebakaran Parepare Perlu Dicegah dari Rumah
Bahaya kebakaran Parepare dapat ditekan melalui kebiasaan sederhana di lingkungan rumah. Masyarakat tidak harus menunggu kebakaran terjadi untuk mulai meningkatkan kewaspadaan.
Sebelum meninggalkan rumah, warga dapat melakukan pemeriksaan singkat terhadap beberapa sumber potensi api. Pemeriksaan tersebut mencakup kompor, regulator gas, peralatan listrik, serta benda yang mudah terbakar.
Kebiasaan tersebut penting karena kebakaran rumah dapat berkembang dengan cepat. Api yang awalnya berasal dari satu sumber dapat menjalar apabila terdapat banyak material mudah terbakar di sekitarnya.
Karena itu, kesadaran setiap anggota keluarga menjadi bagian penting dalam pencegahan kebakaran. Orang tua juga dapat mengajarkan anggota keluarga untuk mengenali sumber bahaya dan tidak bermain dengan api.
Puntung Rokok dan Pembakaran Lahan Jadi Perhatian
Selain faktor kelistrikan dan peralatan rumah tangga, sumber api dari aktivitas manusia di luar rumah juga perlu diwaspadai. Salah satunya adalah puntung rokok yang masih menyala.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang dipenuhi semak kering. Puntung rokok juga tidak boleh dibuang di kawasan perkebunan atau tempat penampungan sampah yang memiliki material mudah terbakar.
Api kecil dapat menjadi pemicu kebakaran ketika bertemu bahan yang mudah terbakar. Karena itu, setiap sumber api perlu dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang.
Kewaspadaan juga diperlukan ketika masyarakat melakukan aktivitas di lahan terbuka. Kondisi lahan kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
Masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas pembakaran di area yang berisiko. Jika pembakaran tidak dapat dihindari dalam kegiatan yang diperbolehkan, warga tetap harus memperhatikan keselamatan dan tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.
Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api
Kapolres Parepare juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mendeteksi potensi kebakaran. Warga yang melihat titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran diminta segera menyampaikan laporan.
Pelaporan lebih awal dapat membantu petugas memberikan respons dengan cepat dan tepat. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar.
Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui pihak kepolisian terdekat. Selain itu, warga dapat menggunakan Call Center 110 untuk menyampaikan informasi atau laporan yang membutuhkan penanganan kepolisian.
Warga juga dapat memanfaatkan layanan WhatsApp Kareba’i Kapolres serta Dumas Presisi Polres Parepare. Saluran tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian.
Masyarakat yang melapor sebaiknya memberikan informasi secara jelas. Lokasi kejadian, kondisi api, serta situasi di sekitar titik kebakaran dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan. (MS Journal)














