Interaksinews.id, Parepare — Pemerintah Kota Parepare mendapat kabar positif terkait pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Dua kawasan pesisir di kota tersebut dipastikan masuk dalam program Kampung Nelayan Merah Putih Parepare, salah satu program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi nelayan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui konsep tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dua lokasi yang akan menjadi pusat pengembangan kawasan tersebut adalah wilayah pesisir Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang dan kawasan Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat.
Kedua kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai basis aktivitas nelayan di Kota Parepare.
Kampung Nelayan Merah Putih Parepare Hadir di Cempae dan Tonrangeng
Pemilihan Cempae dan Tonrangeng bukan tanpa alasan. Selain memiliki komunitas nelayan yang cukup besar, kedua kawasan tersebut juga didukung keberadaan aset milik Pemerintah Kota Parepare.
Keberadaan lahan pemerintah dinilai menjadi salah satu faktor penting karena dapat meminimalkan potensi sengketa lahan yang kerap menghambat pembangunan proyek strategis.
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, Wildana, mengatakan pemerintah daerah sejak awal mengusulkan dua kawasan tersebut sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Alhamdulillah, kami mengusulkan dua lokasi kemarin dan dua-duanya lolos. Bisa dibilang sudah 95 persen lolos karena pihak rekanan yang akan mengerjakan proyek tersebut juga sudah turun memantau,” katanya.
Menurut Wildana, kawasan pesisir Cempae dan Tonrangeng memang memiliki karakteristik yang sesuai dengan konsep pengembangan kampung nelayan modern.
Selain menjadi pusat aktivitas nelayan, kedua wilayah tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis perikanan yang lebih terstruktur.
“Memang ada aset Pemkot di dua wilayah itu. Apalagi memang di sana basis nelayan,” ujarnya.
Jarak antara Cempae dan Tonrangeng sekitar enam kilometer. Cempae berada di bagian selatan pesisir Parepare, sementara Tonrangeng berada di sisi barat laut wilayah pesisir kota.
Fasilitas Modern Disiapkan untuk Nelayan
Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Pemerintah menyiapkan konsep kawasan terpadu yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan dalam satu lokasi.
Melalui konsep one-stop service, berbagai fasilitas penunjang aktivitas melaut akan dibangun secara terintegrasi.
Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain:
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN)
- Pabrik Es (Ice Plant)
- Dermaga dan tambatan perahu
- Gudang penyimpanan hasil tangkapan
- Sarana distribusi hasil perikanan
- Infrastruktur pendukung operasional nelayan
Fasilitas tersebut diharapkan mampu memangkas biaya operasional nelayan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Wildana menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan nelayan nantinya tersedia dalam satu kawasan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir menjadi lebih efisien.
“Konsepnya satu kawasan. Semua kebutuhan nelayan sudah tersedia di sana, makanya disebut kampung nelayan,” jelasnya.
Khusus kawasan Cempae, pembangunan akan terintegrasi dengan keberadaan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) yang selama ini telah beroperasi.
Keberadaan PPI Cempae dinilai menjadi modal awal yang penting untuk mendukung aktivitas perikanan tangkap di wilayah tersebut.
Meski demikian, sejumlah fasilitas yang ada saat ini masih membutuhkan peningkatan kualitas agar mampu menunjang kebutuhan nelayan secara optimal.
DPRD Soroti SPDN dan Tambatan Perahu
Di tengah rencana pembangunan tersebut, sejumlah pihak mengingatkan agar proyek tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.
Anggota DPRD Parepare, Sappe, menilai keberhasilan program harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan nelayan.
Legislator yang berasal dari kalangan nelayan itu menegaskan bahwa keberadaan SPDN menjadi kebutuhan utama masyarakat pesisir.
Menurutnya, akses bahan bakar yang mudah akan berdampak langsung terhadap efisiensi biaya operasional nelayan saat melaut.
SPDN Jadi Kunci Keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih Parepare
Sappe menilai pembangunan kawasan modern tidak akan memberikan manfaat maksimal jika nelayan masih kesulitan mendapatkan bahan bakar.
“Jika ada pembangunan kampung nelayan, yang paling utama ada di sana adalah SPBU (SPDN). Kalau tidak ada itu, maka tidak perlu, kalau hanya sekadar gaya-gayaan,” tegasnya.
Selain SPDN, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan tambatan perahu yang memadai.
Menurutnya, kawasan pesisir selatan Parepare memiliki karakteristik pasang surut yang cukup ekstrem. Saat air laut surut, hamparan karang dapat terlihat hingga puluhan meter dari bibir pantai.
Kondisi tersebut membuat keberadaan dermaga dan tambatan perahu menjadi kebutuhan mendesak bagi nelayan.
Tanpa fasilitas tersebut, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan maupun penyimpanan perahu berpotensi mengalami kendala.
“Buat apa bikin kampung nelayan jika alat penangkapan ikannya ini terbengkalai karena tidak ada tempat tambatan perahunya? Itu justru akan memutuskan mata pencaharian para nelayan,” ujarnya.
Masukan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.
Potensi Meningkatkan Ekonomi Pesisir Parepare
Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional.
Melalui pembangunan kawasan yang modern, higienis, dan terintegrasi, pemerintah berharap mampu meningkatkan daya saing produk perikanan lokal.
Selain itu, keberadaan fasilitas pendukung juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Aktivitas ekonomi tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran hasil perikanan.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan nelayan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan posisi strategis Parepare sebagai kota pesisir dan pusat distribusi di wilayah Ajatappareng, keberadaan kampung nelayan modern juga berpotensi memperkuat rantai pasok perikanan di Sulawesi Selatan.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Parepare di kawasan Cempae dan Tonrangeng menjadi peluang besar untuk mempercepat modernisasi sektor perikanan daerah. Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi nelayan yang lebih terintegrasi.
Meski demikian, keberhasilan program akan sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas utama seperti SPDN, dermaga, dan tambatan perahu yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. Dengan perencanaan yang tepat, Kampung Nelayan Merah Putih Parepare berpotensi menjadi pusat ekonomi kelautan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
















