Peristiwa

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Resmi Ditutup, Seluruh Korban Ditemukan

MAROS — Setelah tujuh hari berjibaku dengan cuaca ekstrem dan medan terjal Pegunungan Bulusaraung, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 resmi dinyatakan berakhir. Penutupan operasi dilakukan pada Jumat malam, 23 Januari 2026, setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Mohammad Syafii, menutup langsung operasi kemanusiaan tersebut di Kantor Basarnas Makassar. Keputusan diambil setelah evaluasi menyeluruh dan konfirmasi dari seluruh unsur Tim SAR Gabungan.

“Sesuai komitmen, pada hari ketujuh kami lakukan evaluasi. Setelah seluruh unsur memastikan korban telah ditemukan, maka operasi SAR pesawat ATR 42-500 kami nyatakan selesai,” tegas Syafii dalam konferensi pers.

Operasi SAR yang berpusat di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, diakui tidak berjalan mudah. Tantangan utama selama proses pencarian adalah cuaca ekstrem yang nyaris tak bersahabat. Upaya modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah hanya mampu meredam intensitas hujan sekitar 30 persen, sehingga evakuasi udara beberapa kali tertunda.

Korban pertama ditemukan pada hari kedua pencarian, disusul korban berikutnya pada hari ketiga. Namun, proses evakuasi baru dapat dilakukan beberapa hari kemudian setelah kondisi cuaca memungkinkan. Hingga operasi ditutup, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi total 11 potongan tubuh (body part) yang berdasarkan identifikasi awal dipastikan berasal dari 10 jenazah berbeda.

Seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dari total korban, tiga jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses.

Kolaborasi Lintas Matra

Keberhasilan operasi SAR di medan ekstrem Bulusaraung tidak lepas dari kolaborasi lintas matra antara Basarnas, TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya. Unsur udara tercatat melakukan sedikitnya 21 kali penerbangan bolak-balik menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi jatuhnya pesawat.

Sementara itu, seluruh serpihan pesawat telah diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab kecelakaan.

Meski operasi khusus telah ditutup, Basarnas memastikan tetap menyiagakan personel di Kantor SAR Makassar. “Jika ada laporan masyarakat terkait temuan baru, kami tetap berkewajiban untuk menindaklanjuti,” pungkas Syafii.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 PK-THT yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hilang kontak pada rute Yogyakarta–Makassar dan dikonfirmasi jatuh di Gunung Bulusaraung, kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep. Manifest pesawat berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait