PAREPARE, Interaksinews.id — Insiden ricuh yang terjadi usai laga panas antara PSM Makassar melawan Persib Bandung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, terus menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Seorang oknum suporter PSM Makassar bernama Adit akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah terbukti melakukan aksi kekerasan terhadap pemain Persib Bandung, Achmad Jufriyanto.
Aksi penendangan terhadap pemain yang akrab disapa Jupe itu sempat terekam kamera dan viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memicu gelombang kecaman dari pecinta sepak bola Indonesia, khususnya kelompok pendukung Persib Bandung atau Bobotoh.
Dalam video klarifikasi yang beredar pada Jumat (22/5/2026), Adit mengakui tindakannya tidak dapat dibenarkan dan terjadi karena emosi sesaat di tengah situasi stadion yang kacau.
“Saya Adit, salah satu oknum suporter PSM, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bang Achmad Jufriyanto, manajemen Persib, dan seluruh Bobotoh atas tindakan tidak terpuji yang saya lakukan di stadion,” ujar Adit dalam video klarifikasinya.
Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi hukum maupun sanksi sepak bola yang mungkin dijatuhkan akibat tindakannya tersebut.
Kronologi Suporter PSM Masuk Lapangan Usai Laga
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah laporan media nasional, kericuhan bermula sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Situasi di dalam Stadion Gelora B.J. Habibie mendadak tidak terkendali ketika sejumlah oknum penonton nekat menerobos pagar pembatas.
Massa kemudian masuk ke area lapangan saat para pemain dan official hendak menuju lorong ruang ganti. Dalam situasi chaos tersebut, Achmad Jufriyanto menjadi korban penyerangan fisik oleh salah satu suporter yang berada di tengah kerumunan.
Skuad Persib Bandung yang saat itu dikawal petugas keamanan internal stadion serta aparat kepolisian terlihat terkejut dengan aksi tersebut. Insiden itu bahkan memunculkan kekhawatiran terkait standar pengamanan pertandingan besar di kompetisi Liga 1 Indonesia.
Video Klarifikasi Adit Viral di Media Sosial
Kemunculan video klarifikasi Adit menjadi perhatian publik karena dilakukan secara terbuka setelah identitasnya ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesal telah mencoreng nama baik PSM Makassar dan dunia sepak bola Indonesia.
Adit juga berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa yang dapat merugikan klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.
Insiden ini kembali memperlihatkan bagaimana emosi berlebihan di tribun dapat berubah menjadi tindakan destruktif yang merusak sportivitas pertandingan. Banyak warganet menilai permintaan maaf tersebut penting, namun proses hukum dan investigasi tetap harus berjalan secara objektif.
PSSI Berpotensi Jatuhkan Sanksi untuk PSM Makassar
Insiden penyerangan terhadap pemain Persib Bandung berpotensi menyeret sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Regulasi kompetisi Liga 1 secara tegas melarang penonton memasuki lapangan pertandingan, terlebih sampai melakukan kontak fisik terhadap pemain maupun official tim.
Hingga kini, Komdis PSSI disebut masih mengumpulkan bukti digital, rekaman pertandingan, serta laporan pengawas laga sebelum menjatuhkan keputusan resmi.
Berikut beberapa poin pelanggaran yang berpotensi menjadi perhatian Komdis PSSI:
- Kegagalan panitia pelaksana menjaga keamanan pertandingan
- Pitch invasion atau masuknya suporter ke lapangan tanpa izin
- Tindakan kekerasan terhadap pemain tim tamu
- Gangguan keamanan yang mencoreng citra kompetisi Liga 1
Situasi tersebut membuat manajemen PSM Makassar ikut menyayangkan kericuhan yang terjadi. Klub berjuluk Juku Eja itu mengimbau seluruh pendukungnya untuk tetap menjaga ketertiban serta menghormati lawan dalam kondisi apa pun.
Evaluasi Pengamanan Stadion Jadi Sorotan
Pertemuan PSM Makassar dan Persib Bandung memang dikenal memiliki tensi tinggi karena keduanya merupakan klub besar dengan basis suporter fanatik. Namun, insiden di Parepare kali ini kembali memunculkan kritik terhadap sistem keamanan stadion di Indonesia.
Pengamat sepak bola menilai pengamanan pertandingan besar tidak cukup hanya mengandalkan pagar pembatas dan steward internal stadion. Koordinasi antarpihak, mulai dari panitia pelaksana, aparat keamanan, hingga operator liga, dinilai harus diperkuat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sementara itu, pihak Persib Bandung dikabarkan telah menerima permohonan maaf terbuka dari pelaku. Meski demikian, investigasi internal dari PT Liga Indonesia Baru dan PSSI masih terus berjalan.



















