Interaksinews.id, Parepare — Wakil Wali Kota Parepare Hermanto Pasennangi menghadiri agenda pemusnahan barang bukti yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare, Senin, 31 Agustus 2026.
Hermanto hadir mewakili Wali Kota Parepare Tasming Hamid. Ia didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Parepare serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Parepare.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan penegakan hukum terhadap perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan barang bukti dilakukan setelah proses hukum terhadap perkara terkait memiliki kepastian berdasarkan putusan yang berlaku.
Atas nama Pemerintah Kota Parepare, Hermanto menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Parepare dan seluruh aparat penegak hukum yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Hermanto, pemusnahan barang bukti tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian tahapan administrasi perkara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki pesan penting mengenai kepastian, ketegasan, dan integritas dalam penegakan hukum.
“Pemusnahan barang bukti memiliki makna lebih luas daripada sekadar penyelesaian tahapan administrasi perkara. Di dalamnya terdapat pesan tentang kepastian, ketegasan, dan integritas negara dalam menjaga wibawa hukum,” ujar Hermanto.
Pemusnahan Barang Bukti Parepare Tegaskan Kepastian Hukum
Hermanto menilai pelaksanaan pemusnahan barang bukti menjadi salah satu bentuk nyata dari proses penegakan hukum yang transparan dan bertanggung jawab. Barang bukti dari perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap tidak lagi berada dalam proses pembuktian di persidangan.
Karena itu, pemusnahan tersebut menjadi bagian dari tahapan hukum yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Pemerintah Kota Parepare juga melihat kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Kepastian hukum menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ketika setiap perkara diproses sesuai aturan, masyarakat dapat melihat bahwa hukum memiliki mekanisme dan konsekuensi yang jelas.
Hermanto juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi. Pada saat yang sama, setiap putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap harus dihormati.
“Pemusnahan barang bukti hari ini menjadi penanda bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi dan setiap putusan harus dihormati,” tambah mantan anggota DPRD Parepare tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan proses hukum. Penegakan hukum tidak hanya berkaitan dengan tindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap seluruh tahapan dan keputusan hukum.
Pemkot Parepare Dorong Sinergi Aparat Penegak Hukum
Selain mengapresiasi pelaksanaan pemusnahan barang bukti, Hermanto mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, penegakan hukum membutuhkan kerja sama berbagai institusi. Pemerintah daerah, kejaksaan, kepolisian, pengadilan, serta unsur terkait memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan tertib.
Kolaborasi antarlembaga menjadi penting karena persoalan hukum tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan penindakan. Upaya pencegahan dan edukasi juga perlu berjalan secara berkelanjutan.
Hermanto menilai langkah pencegahan memiliki peran strategis, terutama dalam melindungi generasi muda. Berbagai ancaman kejahatan perlu diantisipasi melalui edukasi, pengawasan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjut dia, dapat mengambil peran melalui kebijakan dan program yang mendukung terciptanya lingkungan sosial yang aman. Sementara itu, aparat penegak hukum menjalankan fungsi sesuai kewenangan masing-masing.
“Pemerintah Kota Parepare berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh institusi terkait, agar hukum tidak hanya hadir saat pelanggaran terjadi, tetapi juga menjadi jaminan keadilan, ketertiban, dan rasa aman bagi masyarakat,” jelasnya.
Hermanto Pasennangi Tekankan Pencegahan dan Edukasi
Hermanto Pasennangi menekankan bahwa penegakan hukum perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib. Karena itu, pendekatan penindakan harus berjalan seimbang dengan langkah pencegahan.
Edukasi hukum juga perlu diperkuat di berbagai lingkungan. Pemahaman masyarakat terhadap aturan dapat membantu mencegah munculnya pelanggaran sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menghormati proses hukum.
Dalam konteks generasi muda, upaya pencegahan dinilai semakin penting. Lingkungan keluarga, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat mengambil peran bersama dalam memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai bentuk kejahatan.
Dengan demikian, penegakan hukum tidak berhenti pada penanganan perkara. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat memahami pentingnya kepatuhan terhadap hukum.
Menjaga Marwah Hukum dan Keamanan Kota Parepare
Pelaksanaan pemusnahan barang bukti di Kejari Parepare juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga marwah hukum. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses hukum memiliki tahapan yang harus dijalankan secara tertib dan bertanggung jawab.
Bagi Pemerintah Kota Parepare, sinergi dengan lembaga penegak hukum menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang tertib serta kehidupan masyarakat yang aman.
Hermanto berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi yang konsisten akan membantu pemerintah dan aparat menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan tersebut memberikan pesan kepada masyarakat bahwa hukum harus dihormati. Setiap pelanggaran memiliki konsekuensi, sementara proses penegakan hukum harus berjalan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Semoga langkah yang kita laksanakan hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga marwah hukum dan mewujudkan Kota Parepare yang semakin aman, tertib, terbaik, sejahtera, dan maju,” tandasnya.
Pemusnahan barang bukti dengan demikian tidak hanya menjadi bagian dari penyelesaian perkara. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama terhadap kepastian hukum, integritas, keadilan, dan keamanan masyarakat.
Pemerintah Kota Parepare berharap koordinasi bersama Kejaksaan Negeri Parepare, kepolisian, pengadilan, dan unsur Forkopimda dapat terus berjalan secara efektif. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan seiring dengan program pencegahan dan edukasi.
Pada akhirnya, upaya menjaga keamanan Kota Parepare membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang tertib.
Pemusnahan barang bukti menjadi salah satu penanda bahwa proses hukum harus berujung pada kepastian dan penghormatan terhadap putusan. Dari momentum tersebut, Pemerintah Kota Parepare kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung penegakan hukum dan menjaga rasa aman masyarakat.
(MS Journal)













