Interaksinews.id, Parepare — Nindy MAN 1 Kota Parepare mendapat sambutan khusus saat mengikuti apel pagi rutin di lingkungan madrasah, Jumat (21/8/2026). Siswi tersebut menerima apresiasi setelah menuntaskan tugas sebagai pembawa baki pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Momen tersebut berlangsung sederhana, tetapi memiliki makna bagi warga madrasah. Di tengah barisan peserta apel, Nindy mendapat kalung selamat datang dari Kepala MAN 1 Kota Parepare, Rusman Madina.
Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab yang telah dijalankan Nindy. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa keberanian mengambil kesempatan dapat membuka ruang bagi siswa untuk berkembang.


Nindy MAN 1 Kota Parepare Dapat Apresiasi
Kepala MAN 1 Kota Parepare, Rusman Madina, menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian Nindy. Menurutnya, tugas sebagai pembawa baki tidak hanya berkaitan dengan rangkaian seremoni upacara.
Nindy harus menjalankan tugas dengan disiplin, ketelitian, keberanian, dan rasa tanggung jawab. Karena itu, pihak madrasah menilai pengalaman tersebut layak mendapat apresiasi di hadapan seluruh peserta apel.
“Kami merasa bangga atas apa yang telah dilakukan Nindy. Ini bukan hanya tentang menjadi pembawa baki, tetapi bagaimana seorang siswa mampu menjalankan amanah dengan disiplin, tanggung jawab, dan keberanian,” ujar Rusman, Jumat (21/8/2026).
Menurut Rusman, pemberian apresiasi secara terbuka juga memiliki tujuan pendidikan. Keberhasilan seorang siswa diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan masing-masing.
Ia menilai setiap siswa memiliki peluang untuk berprestasi. Peluang tersebut dapat muncul melalui berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
“Kami memberikan apresiasi ini agar menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” lanjutnya.
Rusman berharap lingkungan madrasah terus menjadi ruang yang mendorong siswa untuk mencoba berbagai kegiatan positif. Dengan dukungan tersebut, siswa dapat membangun kepercayaan diri sekaligus menemukan potensi yang mereka miliki.
Pengalaman Pembawa Baki Jadi Pelajaran Berharga
Bagi MAN 1 Kota Parepare, pengalaman Nindy tidak berhenti pada tugas seremonial dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Proses yang dilalui siswi tersebut juga memberikan pengalaman yang dapat membentuk karakter.
Tugas sebagai pembawa baki menuntut kesiapan dan konsistensi. Pengalaman itu menjadi latihan untuk membangun kedisiplinan, rasa percaya diri, serta kemampuan menjalankan amanah di hadapan banyak orang.
Nilai tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena prestasi tidak hanya diukur dari hasil akhir.
Rusman mengatakan pengalaman Nindy diharapkan dapat menginspirasi siswa lain agar tidak ragu mengambil kesempatan. Menurutnya, keberanian memulai sesuatu dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju pencapaian yang lebih besar.
“Kami berharap pengalaman Nindy bisa menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan. Jangan ragu mengembangkan kemampuan yang dimiliki karena setiap proses bisa menjadi jalan menuju prestasi,” kata Rusman.
Apresiasi tersebut juga menunjukkan pentingnya dukungan lingkungan sekolah terhadap perkembangan siswa. Ketika sebuah pencapaian mendapat penghargaan, siswa dapat melihat bahwa usaha dan tanggung jawab mereka memiliki nilai.
Selain itu, pengalaman seorang siswa dapat menjadi pembelajaran bagi teman-temannya. Cerita tentang proses, tantangan, dan keberanian mencoba dapat mendorong siswa lain untuk mengambil langkah serupa.


Nindy MAN 1 Kota Parepare Ajak Siswa Berani Mencoba
Setelah menerima apresiasi dari kepala madrasah, Nindy mendapat kesempatan menceritakan pengalamannya kepada peserta apel. Ia kemudian membagikan pesan sederhana yang ditujukan kepada teman-temannya.
Nindy mengajak siswa agar tidak takut melakukan kegiatan positif. Menurutnya, sesuatu yang terlihat sederhana dapat berkembang menjadi pengalaman yang memberikan manfaat lebih besar.
“Jangan pernah takut untuk melakukan hal-hal positif, meskipun itu terlihat kecil. Bisa jadi dari sesuatu yang kecil itulah nantinya akan menjadi sesuatu yang besar,” ujar Nindy di hadapan peserta apel.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Berbagai pengalaman di luar pembelajaran akademik juga dapat membantu siswa membangun karakter dan kepercayaan diri.
Nindy menilai setiap kesempatan yang datang dapat menjadi bagian dari proses untuk berkembang. Karena itu, ia mengingatkan teman-temannya agar berani mencoba dan terus belajar.
“Yang penting kita berani mencoba, terus belajar, dan menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh. Jangan melihat hasilnya saja, karena proses yang kita jalani juga sangat penting,” tuturnya.
Pesan Nindy mendapat konteks yang kuat dari pengalaman yang baru saja ia jalani. Tugas sebagai pembawa baki memberinya kesempatan untuk menguji keberanian sekaligus menjalankan tanggung jawab dalam kegiatan penting tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi Siswa Diharapkan Menular Menjadi Motivasi
Apresiasi terhadap Nindy menjadi gambaran bagaimana MAN 1 Kota Parepare berupaya membangun lingkungan pendidikan yang memberi ruang kepada siswa untuk berkembang.
Pihak madrasah tidak hanya melihat capaian tersebut sebagai keberhasilan individu. Prestasi siswa juga diharapkan mampu menularkan semangat positif kepada seluruh warga madrasah.
Rusman menilai keberhasilan seorang siswa dapat menjadi contoh bagi teman-temannya. Dengan begitu, pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan pribadi, tetapi berkembang menjadi motivasi bersama.
“Prestasi seorang siswa tentu menjadi kebanggaan bersama. Yang lebih penting, prestasi itu bisa menjadi contoh dan mendorong siswa lain untuk ikut berani berproses serta menghasilkan sesuatu yang positif,” pungkas Rusman.
Pendekatan tersebut penting dalam membangun budaya prestasi di lingkungan pendidikan. Siswa membutuhkan kesempatan untuk mencoba, sementara dukungan dari guru dan madrasah dapat membantu mereka menjalani proses dengan lebih percaya diri.
Pada akhirnya, momen apel pagi di MAN 1 Kota Parepare menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Pengalaman Nindy sebagai pembawa baki membuka ruang bagi warga madrasah untuk melihat pentingnya keberanian, disiplin, dan tanggung jawab.
Dari pengalaman sederhana tersebut, siswa dapat belajar bahwa setiap kesempatan memiliki nilai ketika dijalani dengan sungguh-sungguh.
Bagi siswa lainnya, pesan Nindy menjadi pengingat untuk tidak terlalu takut terhadap kegagalan. Berani mencoba, terus belajar, dan menghargai proses dapat menjadi langkah awal untuk menemukan kemampuan yang selama ini belum terlihat.
Apresiasi yang diberikan madrasah pun menjadi bentuk dukungan terhadap proses tersebut. Dengan lingkungan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, berbagai potensi diharapkan dapat muncul dan menghasilkan prestasi baru. (MS Journal)
















