Interaksinews.id, Parepare — Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan religiusitas pelajar Parepare bagi siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Ambo Dalle selama tiga hari, mulai Jumat, 21 Agustus 2026 hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan mental dan keagamaan siswa menjelang mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Selain mendapatkan pembelajaran keagamaan, para pelajar juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi Al-Qur’an.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid membuka langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare Adriani Idrus, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Parepare, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar, serta para kepala sekolah SMP se-Kota Parepare.
Kegiatan Religiusitas Pelajar Parepare Jadi Pembinaan Mental
Tasming Hamid mengatakan kegiatan religiusitas tersebut memiliki tujuan penting dalam membentuk kesiapan mental para siswa. Menurut dia, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Siswa kelas 3 SMP membutuhkan bekal mental dan keagamaan sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar sekaligus memperkuat karakter.
“Kami harapkan para siswa bisa menjalani proses ini dengan baik, dan melalui kegiatan religius ini bisa menjadi bekal untuk jauh lebih baik lagi ke depannya,” kata Tasming.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberikan penguatan terhadap pembinaan mental dan keagamaan siswa. Proses pembinaan itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama tiga hari, tetapi dapat tercermin dalam perilaku siswa sehari-hari.
Menurut Tasming, pendidikan karakter memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan siswa. Pengetahuan agama dan pembinaan mental dapat menjadi bekal bagi pelajar menghadapi lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Karena itu, ia mengajak para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius. Semangat dan konsistensi siswa menjadi bagian penting agar tujuan pembinaan dapat tercapai.
Literasi Al-Qur’an Menjadi Bagian Utama Pembelajaran
Dalam pelaksanaan kegiatan, materi yang diberikan kepada siswa lebih banyak diarahkan pada pembelajaran keagamaan. Salah satu fokusnya ialah peningkatan literasi Al-Qur’an bagi pelajar SMP di Parepare.
Tasming mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan religiusitas siswa. Melalui literasi Al-Qur’an, siswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memiliki kedekatan yang lebih baik dengan nilai-nilai keagamaan.
“Ada beberapa jenis materi dan kegiatan yang akan didapatkan siswa kami dalam kegiatan ini, termasuk dalam hal pembinaan mental dan religiusitas melalui pendekatan literasi Al-Qur’an,” jelas Tasming.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan membutuhkan konsistensi dari seluruh peserta. Karena itu, para siswa diharapkan mengikuti setiap proses dengan penuh semangat.
Literasi Al-Qur’an menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Pembelajaran tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan.
Selain itu, kegiatan bersama yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah dapat membangun pengalaman sosial. Para peserta dapat belajar mengikuti aturan, menghargai sesama, serta menjalani proses pembelajaran secara bersama-sama.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi aktivitas tambahan. Pemerintah Kota Parepare ingin menjadikannya sebagai bagian dari pembinaan siswa secara lebih menyeluruh.
Pemkot Parepare Dorong Program Berkelanjutan
Tasming Hamid berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun 2026. Ia menilai program pembinaan religiusitas bagi pelajar memiliki manfaat yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Menurut dia, pemerintah perlu memikirkan pola pelaksanaan agar kegiatan religiusitas pelajar Parepare dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat pembinaan dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa dari tahun ke tahun.
“Saya fikir ini sebuah inisiatif yang baik, maka perlu kita dukung dan tentunya kita fikirkan agar bisa berjalan setiap tahun, atau bahkan dilaksanakan dalam dua kali dalam setahun,” pungkasnya.
Kegiatan Religiusitas Pelajar Parepare Diharapkan Berkelanjutan
Dorongan untuk melanjutkan program menunjukkan bahwa pembinaan mental dan keagamaan dipandang sebagai kebutuhan jangka panjang. Program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Keberlanjutan program juga membuka peluang bagi pemerintah dan sekolah untuk mengevaluasi materi serta metode pembinaan. Evaluasi diperlukan agar kegiatan berikutnya semakin sesuai dengan kebutuhan siswa.
Keterlibatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, serta unsur pemerintah daerah menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan program. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat pembinaan yang dilakukan sebelum siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Di sisi lain, keterlibatan siswa menjadi faktor utama. Materi yang diberikan akan lebih bermanfaat apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Program serupa juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pendidikan akademik dan pendidikan karakter. Keduanya perlu berjalan beriringan agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki mental dan nilai keagamaan yang kuat.
Pembinaan Siswa Tidak Hanya Berorientasi Akademik
Pelaksanaan kegiatan di Masjid Agung Ambo Dalle memperlihatkan perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap aspek nonakademik dalam pendidikan. Pembinaan seperti ini penting karena masa SMP merupakan periode ketika siswa mulai menghadapi perubahan lingkungan dan tuntutan pendidikan yang semakin besar.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses pembelajaran dalam suasana yang berbeda dari kegiatan belajar rutin di sekolah. Pendekatan keagamaan juga memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan refleksi dan memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai positif.
Kegiatan religiusitas pelajar Parepare diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan sekaligus menghadapi tantangan kehidupan sosial. Pemerintah daerah pun membuka peluang agar program tersebut dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.
Dengan berlangsungnya kegiatan selama tiga hari, para siswa diharapkan mengikuti seluruh rangkaian secara sungguh-sungguh. Semangat peserta, dukungan sekolah, dan keberlanjutan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga manfaat program tersebut. (MS Journal)

















