PareparePolres Parepare

Dari Atas Motor Viar, Bhabinkamtibmas Kampung Pisang Sampaikan Pesan Keamanan

Interaksinews.id, ParepareImbauan kamtibmas Kampung Pisang disampaikan dengan cara yang berbeda oleh Bhabinkamtibmas Kampung Pisang Aipda Abbas bersama mahasiswa, Sabtu (19/9/2026). Mereka berkeliling menggunakan motor Viar tiga roda yang dilengkapi pengeras suara atau toa untuk menyampaikan pesan keamanan kepada masyarakat.

Kendaraan tersebut bergerak perlahan menyusuri Jalan Lasinrang dan sejumlah lorong permukiman di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Dari atas kendaraan, suara imbauan terdengar mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara membawa pesan kamtibmas lebih dekat dengan masyarakat. Petugas tidak hanya mengandalkan pertemuan formal, tetapi hadir langsung di lingkungan tempat warga beraktivitas.

Kondisi permukiman dengan lorong-lorong yang berdekatan membuat komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam penyampaian pesan keamanan. Karena itu, Aipda Abbas memilih berkeliling menggunakan Viar tiga roda agar imbauan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Kendaraan tersebut menyusuri sejumlah titik permukiman sambil menyampaikan pesan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.

Cara bergerak dari satu lorong ke lorong lainnya membuat pesan keamanan dapat disampaikan tanpa harus mengumpulkan warga dalam satu lokasi. Masyarakat tetap dapat mendengar imbauan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain menyampaikan pesan melalui pengeras suara, Aipda Abbas juga membuka komunikasi dengan warga yang ditemui sepanjang perjalanan. Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan sesuatu yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Kami mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, segera sampaikan kepada pihak terkait,” ujar Aipda Abbas.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa yang mendampingi Aipda Abbas selama menyampaikan pesan kepada masyarakat. Keterlibatan mereka memperlihatkan adanya kolaborasi antara kepolisian dan kelompok masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa tidak hanya menjadi pendamping, tetapi ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kehadiran mereka sekaligus menjadi ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam upaya menjaga lingkungan.

Kolaborasi seperti ini dapat membuat komunikasi dengan warga berlangsung lebih cair. Pesan mengenai keamanan dan pencegahan dapat disampaikan dalam suasana yang tidak terlalu formal.

Bagi masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas bersama mahasiswa juga membuka kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung. Warga dapat menyampaikan kondisi atau persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, kegiatan tidak sekadar menjadi penyampaian informasi satu arah. Petugas juga memperoleh gambaran mengenai situasi wilayah binaannya dari masyarakat yang ditemui secara langsung.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara IPTU Suardi, SE mengatakan komunikasi langsung dengan masyarakat perlu terus dibangun. Menurutnya, Bhabinkamtibmas harus hadir di tengah warga sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan di lingkungan mereka.

“Bhabinkamtibmas harus hadir dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Cara penyampaiannya bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan, yang penting pesan keamanan dapat diterima dan masyarakat ikut terlibat dalam menjaga lingkungannya,” ujar IPTU Suardi.

Ia juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama masyarakat menjadi bagian dari sinergi untuk memperkuat kepedulian sosial.

“Kami mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan membutuhkan komunikasi dan keterlibatan berbagai unsur. Polisi memiliki peran dalam memberikan edukasi serta membangun komunikasi, sementara masyarakat dapat berperan melalui kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.

Penggunaan toa dari atas Viar tiga roda membuat imbauan dapat terdengar di sejumlah titik yang dilewati. Petugas juga dapat berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain tanpa harus mengumpulkan warga dalam sebuah pertemuan.

Pesan yang disampaikan relatif sederhana, tetapi berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga diminta tidak lengah terhadap potensi kebakaran serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar tempat tinggal.

Kewaspadaan menjadi penting karena potensi kebakaran dapat muncul dari berbagai kondisi yang tidak segera dikenali. Karena itu, perhatian warga terhadap lingkungan sekitar menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya. Apabila menemukan situasi yang membutuhkan perhatian, informasi dapat segera disampaikan kepada pihak terkait.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan pencegahan tidak hanya bertumpu pada petugas. Warga turut menjadi bagian dari sistem kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kegiatan Bhabinkamtibmas Kampung Pisang bersama mahasiswa menunjukkan bahwa pendekatan keamanan dapat dilakukan melalui komunikasi sederhana. Kehadiran petugas secara langsung memungkinkan pesan kamtibmas diterima masyarakat di ruang aktivitas mereka.

Bagi Bhabinkamtibmas, berada di tengah warga juga memberikan kesempatan untuk memahami kondisi wilayah secara lebih dekat. Informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan komunikasi dalam menjaga situasi lingkungan tetap aman dan tertib.

Pendekatan seperti ini juga menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan. Polisi tidak harus selalu menunggu laporan atau gangguan terjadi sebelum hadir di tengah masyarakat.

Sebaliknya, komunikasi sebelum persoalan muncul dapat membantu membangun kesadaran dan kepedulian warga terhadap lingkungan. Masyarakat pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan kondisi yang mereka anggap perlu mendapat perhatian.

Keterlibatan mahasiswa memperluas unsur yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Anak muda dapat mengambil peran melalui kegiatan sosial, edukasi, dan komunikasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Motor Viar tiga roda dan sebuah toa memang menjadi sarana sederhana. Namun, di lorong-lorong Kampung Pisang, keduanya digunakan untuk membawa pesan keamanan lebih dekat kepada masyarakat.

Aipda Abbas bersama mahasiswa menyusuri lingkungan warga dengan membawa pesan tentang kewaspadaan terhadap kebakaran dan pentingnya menjaga kamtibmas. Cara tersebut memungkinkan komunikasi berlangsung secara langsung tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Kegiatan di Kampung Pisang tersebut menjadi contoh bahwa penyampaian pesan keamanan tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi. Dengan kendaraan sederhana, pengeras suara, dan komunikasi langsung, pesan kamtibmas dapat hadir hingga ke lorong-lorong permukiman.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait