Interaksinews.id, Parepare — Plt Kadisdikbud Parepare Adriani Idrus menekankan pentingnya niat baik dalam menjalankan tugas pendidikan. Pesan itu disampaikan saat rapat koordinasi internal bersama kepala sekolah, pengawas, dan kepala bidang lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare, Jumat (28/8/2026).
Rapat koordinasi berlangsung di Ruang Pola Setdako Parepare. Pertemuan tersebut menjadi agenda tatap muka perdana Adriani Idrus sebagai Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud bersama jajaran kepala sekolah.
Peserta rapat berasal dari satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Kepala sekolah negeri maupun swasta turut mengikuti pertemuan tersebut.
Adriani menjelaskan, pertemuan itu digelar setelah dirinya terlebih dahulu turun langsung ke sejumlah sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memahami kondisi pendidikan secara nyata sebelum menentukan pembahasan dan langkah pembenahan.
“Mengapa baru diadakan karena saya ingin memahami medan dulu sehingga saya punya bahan untuk mendiskusikannya dengan Bapak/Ibu Kepala sekolah. Itulah sebabnya saya turun ke sekolah-sekolah,” ujar Adriani.
Plt Kadisdikbud Parepare Fokus Memahami Kondisi Sekolah
Adriani mengatakan, kunjungan langsung ke sekolah menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan pendidikan. Menurut dia, kebijakan akan lebih tepat jika berangkat dari kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan.
Pendekatan turun langsung ke sekolah menjadi salah satu cara Disdikbud Parepare memetakan kebutuhan satuan pendidikan. Dengan begitu, persoalan fasilitas maupun proses pembelajaran dapat dibahas berdasarkan kondisi aktual.
Ia juga mengingat hasil asesmen awal yang diisi guru dan kepala sekolah pada hari pertama dirinya menjabat sebagai pelaksana tugas. Data tersebut menjadi salah satu bahan awal untuk melihat kondisi pendidikan di Kota Parepare.
Hasil asesmen kemudian dipadukan dengan temuan saat kunjungan lapangan. Dari proses tersebut, sejumlah persoalan fasilitas dan kebutuhan sekolah dapat menjadi perhatian untuk pembenahan.
Karena itu, Adriani menegaskan Disdikbud akan terus mendorong pemantauan langsung. Sekolah tidak hanya menjadi objek administrasi, tetapi juga menjadi sumber informasi utama dalam menentukan kebutuhan pendidikan.
Niat Baik Jadi Pesan Utama Adriani Idrus
Dalam pertemuan dengan para kepala sekolah, Adriani mengajak seluruh jajaran pendidikan bekerja dengan niat yang baik. Ia meminta persoalan birokrasi tidak membuat jajaran pendidikan kehilangan fokus terhadap pelayanan kepada murid.
“Lakukan saja kebaikan, rezeki akan datang. Perbaiki niatta’,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam arahannya. Ia ingin jajaran pendidikan bekerja dengan orientasi pada kebaikan dan kepentingan masyarakat.
Adriani juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah memiliki niat untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas selama tiga bulan. Niat tersebut, kata dia, berkaitan dengan keinginan membenahi Dinas Pendidikan.
Kini, ia memandang tugas tersebut sebagai kesempatan untuk mewujudkan niat yang pernah disampaikan beberapa tahun lalu. Karena itu, ia meminta dukungan seluruh kepala sekolah dalam proses pembenahan.
“Itu niat saya beberapa tahun lalu dan Allah menagih janji saya. Jika niat kita sama untuk kebaikan, saya mohon dukungannya,” ujarnya.
Ajakan tersebut menempatkan kerja bersama sebagai fondasi pembenahan pendidikan. Adriani tidak hanya meminta kepala sekolah menjalankan tugas administratif, tetapi juga mendorong komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
Pembenahan Pendidikan Bahas SPMB hingga Sarana Sekolah
Rapat koordinasi membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan. Salah satunya mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Selain SPMB, pembahasan juga mencakup inventarisasi serta pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah. Rapor pendidikan turut menjadi bagian dari evaluasi dalam pertemuan tersebut.
Disdikbud juga memberi perhatian pada pemanfaatan perangkat teknologi yang sudah tersedia di sekolah. Salah satunya melalui optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran.
Adriani meminta perangkat digital yang telah tersedia tidak sekadar menjadi fasilitas pelengkap. Sekolah perlu memastikan teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk mendukung proses belajar murid.
Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan baru yang semakin dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Sekolah didorong mulai mengembangkan pembelajaran koding, kecerdasan artifisial atau AI, serta literasi digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Namun, pemanfaatan teknologi tetap membutuhkan pendampingan agar murid dapat menggunakannya secara tepat.
Plt Kadisdikbud Parepare Dorong Literasi Digital dan AI
Plt Kadisdikbud Parepare Tekankan Teknologi untuk Pembelajaran
Plt Kadisdikbud Parepare juga menekankan pentingnya membangun kecakapan digital di lingkungan sekolah. Menurut arahannya, perkembangan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran.
Pembelajaran koding dan AI menjadi salah satu perhatian. Sekolah diharapkan mulai mengenalkan kemampuan tersebut secara bertahap sesuai jenjang pendidikan dan kebutuhan murid.
Selain itu, literasi digital perlu berjalan bersama dengan pendidikan karakter. Murid harus memahami bahwa teknologi memberikan manfaat besar jika digunakan secara bijak.
Adriani juga menyoroti penggunaan telepon seluler di kalangan murid. Sekolah diharapkan memberikan edukasi agar perangkat tersebut tidak justru mengganggu proses pembelajaran.
Telepon seluler perlu ditempatkan sebagai alat pendukung, bukan penghambat kegiatan belajar. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari pendidikan saat ini.
Numerasi dan Literasi Digital Perlu Diperkuat
Selain teknologi, Adriani menaruh perhatian pada penguatan kemampuan numerasi murid. Kemampuan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembelajaran.
Sekolah perlu terus mencari cara agar pembelajaran numerasi terasa relevan dan mudah dipahami. Pendekatan pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik murid dan kondisi masing-masing sekolah.
Di sisi lain, literasi digital juga membutuhkan perhatian yang sama. Murid dan warga sekolah perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang diterima melalui berbagai platform digital.
Adriani mengingatkan sekolah agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks. Kemampuan memeriksa informasi menjadi semakin penting di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media digital.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Sekolah juga memiliki peran membentuk murid agar mampu menggunakan teknologi dan informasi secara bertanggung jawab.
Pengawasan dan Kunjungan Sekolah Terus Dilakukan
Adriani memastikan pemantauan kondisi sekolah akan terus dilakukan. Kunjungan langsung dinilai penting untuk melihat apakah kebijakan dan program pendidikan berjalan sesuai kebutuhan.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan Disdikbud menemukan persoalan yang tidak selalu terlihat melalui laporan administratif. Kondisi fasilitas, pemanfaatan perangkat digital, dan kebutuhan sekolah dapat dipahami lebih utuh melalui pemantauan lapangan.
Karena itu, komunikasi antara Disdikbud dan kepala sekolah menjadi sangat penting. Kepala sekolah dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi, sementara Disdikbud dapat menyusun langkah tindak lanjut sesuai kewenangan dan prioritas.
Pola komunikasi tersebut diharapkan membuat pembenahan berjalan lebih terarah. Sekolah juga dapat menyampaikan kebutuhan secara lebih terbuka kepada pemerintah daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan pembenahan pendidikan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah, Disdikbud, kepala sekolah, guru, pengawas, orang tua, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.
Pendidikan Jadi Investasi Masa Depan Parepare
Menutup arahannya, Adriani menegaskan bahwa tugas di bidang pendidikan tidak sebatas menjalankan rutinitas birokrasi. Menurut dia, pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Kota Parepare.
“Pendidikan adalah hal yang paling urgen yang bisa kita berikan ke Kota Parepare,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan mengenai pentingnya keberpihakan terhadap kemajuan pendidikan. Setiap pembenahan yang dilakukan hari ini diharapkan memberikan dampak bagi kualitas generasi Parepare pada masa mendatang.
Karena itu, pembenahan sekolah tidak cukup hanya melalui pembangunan fasilitas. Peningkatan kualitas pembelajaran, kemampuan guru, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter murid juga membutuhkan perhatian.
Pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang hasilnya dirasakan oleh generasi berikutnya. Karena itu, setiap unsur pendidikan perlu bekerja dengan tujuan yang sama.
Rakor tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman antara jajaran Disdikbud dan satuan pendidikan. Dengan komunikasi yang lebih kuat, berbagai persoalan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti secara bersama.
(MS Journal)

















