Interaksinews.id, Parepare — Literasi Keuangan Parepare kembali menjadi perhatian melalui kegiatan Edukasi Keuangan kepada Masyarakat yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bekerja sama dengan Bank Mandiri serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Kegiatan berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat serta pemanfaatan layanan keuangan yang legal dan aman.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid hadir sekaligus membuka kegiatan. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi inisiatif OJK bersama Bank Mandiri dan TPAKD yang dinilai memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas secara finansial.
Menurut Tasming, edukasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Literasi Keuangan Parepare Jadi Prioritas Pemerintah
Dalam sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan edukasi keuangan tersebut.
Ia juga mengaku senang melihat antusiasme peserta yang didominasi kaum ibu karena dinilai memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga.
“Atas nama Pemerintah Kota Parepare, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Apalagi pesertanya banyak ibu-ibu. Wajib tahu cara mengelola keuangan,” ujar Tasming Hamid.
Menurutnya, perempuan, khususnya para ibu, merupakan pengelola keuangan keluarga sehingga pemahaman mengenai perencanaan keuangan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rumah tangga.
Tasming menambahkan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.
Pentingnya Edukasi Keuangan di Era Digital
Tasming mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut juga diikuti dengan meningkatnya berbagai risiko apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang memadai.
Karena itu, ia menilai edukasi keuangan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki seluruh lapisan masyarakat.
“Di era digital saat ini kecerdasan dalam mengelola keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Masyarakat perlu memahami cara mengatur keuangan, memanfaatkan layanan keuangan yang legal, serta menghindari investasi bodong dan pinjaman online ilegal,” katanya.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengelola pendapatan, menyusun anggaran, menabung, berinvestasi secara aman, hingga menghindari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi.
Selain itu, pemahaman terhadap produk jasa keuangan yang legal juga menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal.
Data Literasi Keuangan Masih Menjadi Tantangan
Dalam kesempatan tersebut, Tasming Hamid juga memaparkan kondisi literasi keuangan di Sulawesi Selatan yang masih memerlukan perhatian bersama.
Ia menyebut tingkat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan saat ini berada pada angka 66,54 persen, sementara tingkat literasi nasional telah mencapai 80,21 persen.
Menurutnya, selisih tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat edukasi keuangan kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan OJK bersama Bank Mandiri ini sangat penting agar masyarakat semakin memahami tata kelola keuangan yang baik,” ujarnya.
Tasming berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus diperluas sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai lapisan.
Literasi Keuangan Parepare Diperkuat Melalui Kolaborasi
Tasming menegaskan Pemerintah Kota Parepare mendukung penuh langkah OJK dan TPAKD dalam memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai:
- Pentingnya mengelola keuangan keluarga.
- Memilih produk keuangan yang legal.
- Menghindari investasi bodong.
- Mewaspadai pinjaman online ilegal.
- Menyusun perencanaan keuangan jangka panjang.
- Memanfaatkan layanan perbankan secara bijak.
Tasming menilai peningkatan literasi keuangan akan berdampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Dukung Visi Parepare Maju dan Sejahtera
Tasming Hamid menegaskan bahwa masyarakat yang cerdas secara finansial akan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Parepare untuk mewujudkan kota yang terbaik, maju, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, edukasi keuangan bukan hanya memberikan pengetahuan mengenai cara mengatur uang, tetapi juga membangun budaya pengambilan keputusan keuangan yang bertanggung jawab.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap seluruh materi yang disampaikan para narasumber.
“Saya berharap seluruh peserta benar-benar menyimak materi dari para narasumber sehingga semakin paham mengelola keuangan secara bijak. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan masyarakat yang semakin siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Literasi Keuangan Parepare menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Bank Mandiri, TPAKD, serta Pemerintah Kota Parepare, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan keuangan legal, serta pentingnya menghindari investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid berharap edukasi semacam ini terus berlanjut sehingga mampu melahirkan masyarakat yang semakin cerdas secara finansial dan mendukung terwujudnya Parepare sebagai kota terbaik, maju, dan sejahtera. (MS Journal)















