Parepare

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Digelar di Parepare, Tasming Hamid Dorong Keselamatan Melaut

Interaksinews.id, Parepare — Sekolah Lapang Cuaca Nelayan digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kota Parepare, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Parepare Tasming Hamid di Aula Kantor Camat Ujung.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca kelautan. Pengetahuan tersebut penting untuk membantu nelayan menentukan waktu melaut, mengantisipasi perubahan kondisi laut, serta mengurangi risiko kecelakaan.

Tasming Hamid menilai informasi cuaca kini menjadi kebutuhan penting bagi nelayan sebelum berangkat ke laut. Karena itu, ia mendorong peserta memanfaatkan pengetahuan dari program tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Tasming Hamid Dorong Nelayan Pahami Informasi Cuaca

Tasming mengatakan kondisi cuaca dapat berubah dan memengaruhi keselamatan nelayan saat berada di laut. Oleh sebab itu, nelayan perlu memiliki kemampuan membaca informasi meteorologi sebelum menentukan waktu keberangkatan.

Menurut dia, pemahaman tersebut bukan hanya berkaitan dengan keselamatan. Nelayan juga dapat menggunakan informasi cuaca untuk menyusun rencana melaut secara lebih efektif.

“Pemerintah Kota Parepare menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena keselamatan nelayan merupakan prioritas. Dengan memahami informasi cuaca, nelayan dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum berlayar sehingga risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” ujar Tasming.

Ia berharap edukasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada nelayan lain di lingkungan masing-masing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Teguh Iswara Suardi bersama jajaran BMKG. Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat keselamatan dan kapasitas nelayan.

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Bekali Peserta

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan memberikan pembekalan mengenai informasi yang berkaitan dengan kondisi laut. Materi tersebut mencakup cara memahami prakiraan cuaca, arah angin, tinggi gelombang, serta potensi cuaca ekstrem.

Pengetahuan itu dapat membantu nelayan membuat keputusan sebelum berangkat. Dengan demikian, nelayan tidak hanya mengandalkan pengalaman ketika menentukan waktu untuk melaut.

Informasi cuaca juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan. Nelayan dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi laut yang diperkirakan.

Program seperti ini menempatkan literasi cuaca sebagai bagian penting dalam aktivitas masyarakat pesisir. Nelayan membutuhkan informasi yang mudah dipahami agar peringatan dan prakiraan cuaca dapat diterapkan secara tepat.

Selain itu, pemanfaatan informasi meteorologi dapat mendukung efisiensi aktivitas melaut. Nelayan dapat mengatur waktu keberangkatan dengan mempertimbangkan kondisi angin, gelombang, dan potensi perubahan cuaca.

Informasi Cuaca Maritim Jadi Dasar Keselamatan

Keselamatan menjadi salah satu alasan utama pentingnya informasi cuaca bagi nelayan. Kondisi laut yang berubah cepat dapat meningkatkan risiko apabila nelayan tidak memiliki informasi yang memadai sebelum berlayar.

Karena itu, nelayan perlu membiasakan diri memeriksa informasi cuaca sebelum meninggalkan pelabuhan atau wilayah pesisir. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dalam aktivitas perikanan.

Beberapa informasi penting yang perlu diperhatikan nelayan antara lain:

  • Prakiraan kondisi cuaca.
  • Arah dan kecepatan angin.
  • Tinggi gelombang laut.
  • Potensi hujan atau cuaca ekstrem.
  • Perubahan kondisi perairan.
  • Informasi peringatan dini yang berkaitan dengan aktivitas kelautan.

Pemahaman terhadap informasi tersebut membantu nelayan mengambil keputusan secara lebih terukur. Jika kondisi tidak mendukung, nelayan dapat mempertimbangkan penundaan keberangkatan atau menyesuaikan rencana perjalanan.

Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi paparan terhadap risiko di laut. Pada saat yang sama, nelayan tetap dapat merencanakan aktivitas penangkapan ikan berdasarkan informasi yang tersedia.

SLCN Parepare Dorong Produktivitas Nelayan

Pelaksanaan SLCN Parepare tidak hanya berorientasi pada keselamatan. Program tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap efektivitas kegiatan penangkapan ikan.

Nelayan yang memahami kondisi cuaca dapat menyusun rencana melaut dengan lebih baik. Mereka dapat menentukan waktu keberangkatan berdasarkan kondisi yang lebih mendukung.

Pemanfaatan informasi cuaca juga dapat membantu mengurangi perjalanan yang tidak efektif. Dengan perencanaan yang lebih baik, waktu dan sumber daya yang digunakan selama aktivitas melaut dapat dikelola secara lebih optimal.

Tasming berharap materi yang diberikan BMKG tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Ia mendorong para peserta menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas melaut dan dibagikan kepada nelayan lainnya,” kata Tasming.

Harapan tersebut penting karena literasi cuaca akan semakin bermanfaat apabila pengetahuan menyebar di tengah komunitas nelayan. Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti pelatihan.

Sinergi Pemkot, BMKG, dan Pemerintah Pusat

Pelaksanaan kegiatan juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BMKG, dan pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat program edukasi bagi masyarakat yang bergantung pada kondisi laut.

Kehadiran Anggota DPR RI Teguh Iswara Suardi turut memperlihatkan dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat nelayan. Dukungan lintas lembaga diperlukan agar edukasi mengenai keselamatan dan cuaca maritim dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Parepare juga memiliki kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Nelayan yang memiliki pemahaman cuaca lebih baik diharapkan mampu menghadapi risiko aktivitas laut secara lebih siap.

Di sisi lain, BMKG memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi meteorologi kepada masyarakat. Informasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis agar mudah digunakan nelayan dalam mengambil keputusan.

Sinergi tersebut pada akhirnya dapat membentuk ekosistem keselamatan yang lebih kuat. Pemerintah menyediakan dukungan, BMKG memberikan informasi dan edukasi, sedangkan nelayan menerapkannya dalam kegiatan melaut.

Cuaca Nelayan Parepare Perlu Dipahami Secara Berkelanjutan

Literasi mengenai cuaca tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan. Nelayan membutuhkan akses informasi yang berkelanjutan agar mampu menyesuaikan aktivitas dengan perubahan kondisi laut.

Karena itu, edukasi melalui cuaca nelayan Parepare perlu terus diperkuat. Informasi yang diterima nelayan harus mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Tasming juga berharap peserta dapat menjadi bagian dari penyebaran pengetahuan di komunitas pesisir. Dengan berbagi informasi, semakin banyak nelayan yang memahami pentingnya mengecek kondisi cuaca sebelum melaut.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang menghadapi berbagai risiko saat menjalankan aktivitas ekonomi di laut. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum mengejar target hasil tangkapan.

Pada saat yang sama, peningkatan pengetahuan dapat mendukung produktivitas. Nelayan yang mampu membaca kondisi laut dapat menyusun strategi melaut secara lebih terencana.

Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Parepare menjadi langkah penting untuk meningkatkan literasi cuaca dan keselamatan masyarakat pesisir. Melalui program BMKG tersebut, nelayan mendapatkan pembekalan mengenai prakiraan cuaca, angin, gelombang, serta potensi cuaca ekstrem.

Wali Kota Parepare Tasming Hamid menegaskan pentingnya pemanfaatan informasi cuaca sebelum nelayan beraktivitas di laut. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko sekaligus mendukung efektivitas kegiatan penangkapan ikan.

Ke depan, keberlanjutan edukasi dan sinergi antara Pemkot Parepare, BMKG, pemerintah pusat, serta komunitas nelayan menjadi penting. Dengan literasi cuaca yang semakin kuat, nelayan diharapkan dapat melaut dengan lebih aman, terencana, dan produktif.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait