Nasional

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

JAKARTA – Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026, dalam usia 90 tahun.

Almarhum menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani perawatan medis selama 16 hari.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, terhitung mulai 2 hingga 4 Maret 2026, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.


Pemerintah Tetapkan Berkabung Nasional dan Instruksi Bendera Setengah Tiang

Penetapan masa berkabung nasional tersebut tertuang dalam surat resmi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Nomor B-02/M/S/TU.00.00/03/2026.

Dalam instruksi tersebut, seluruh instansi pemerintah, lembaga negara, pemerintah daerah, hingga perwakilan Indonesia di luar negeri diminta mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari berturut-turut.

Langkah ini merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa besar almarhum selama mengabdi sebagai prajurit dan pemimpin nasional.


Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Setelah wafat, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung prosesi pemakaman militer tersebut.

Dalam upacara tersebut, Presiden membacakan apel persada sebagai penghormatan terakhir negara kepada almarhum.

Presiden menyampaikan bahwa Try Sutrisno merupakan tokoh yang telah memberikan jasa besar kepada bangsa, baik sebagai Wakil Presiden maupun sebagai Panglima ABRI.


Dikenang Sebagai Prajurit dan Negarawan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenang almarhum sebagai sosok prajurit dan negarawan yang mendedikasikan hidupnya untuk negara.

Menurutnya, Try Sutrisno dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi disiplin, kesederhanaan, dan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sepanjang kariernya, almarhum telah mengemban berbagai jabatan strategis, termasuk sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993 dan Wakil Presiden RI periode 1993–1998.


Sejumlah Tokoh Negara Hadiri Upacara Pemakaman

Upacara pemakaman militer dihadiri sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, serta pimpinan TNI dan pejabat negara lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan penghormatan tinggi negara kepada almarhum Try Sutrisno atas kontribusinya bagi Indonesia.


Warisan Pengabdian untuk Bangsa

Try Sutrisno dikenang sebagai salah satu tokoh militer dan negarawan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia modern.

Pengabdiannya selama puluhan tahun di bidang militer dan pemerintahan menjadi bagian penting dari sejarah kepemimpinan nasional.

Kepergian Try Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, namun jasa dan pengabdiannya akan terus dikenang sebagai teladan bagi generasi penerus.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait